Fakta, konsep, generalisasi, dan teori
TUGAS
Pendidikan IPS di SD II
Diajukan
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS di SD II
Disusun
Oleh :
YUQI YULISTIA
NIM : 063161111145
Prodi :
PGSD kelas D
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Jl. R. S
yamsudin, SH. No.50 Kota Sukabumi 43113
Tlp.
0266-218345, 218342 Fax.0266-218342
2013
1.
FAKTA Dan ATRIBUT
Pengangguran di Indonesia Capai 7,24
Juta
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi mencatat saat ini masih ada 7,24 juta orang di Indonesia
yang menganggur. Meski begitu, angka ini lebih kecil dibanding angka
pengangguran pada 2011 lalu.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar,
mengatakan tingkat pengangguran di Indonesia per Agustus 2012 menurun menjadi
6,14 persen dibanding Agustus 2011 sebesar 6,56 persen.
"Terjadi penurunan pengangguran sekitar 460 ribu
orang," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Republika,
Selasa (13/11).
Namun, penurunan angka ini masih terkendala dengan tidak
terserapnya angkatan kerja akibat rendahnya kualitas angkatan kerja dan
minimnya pendidikan calon tenaga kerja.
Komposisi angkatan kerja sebagian besar berpendidikan SD ke
bawah yaitu sebanyak 47,87 persen, SMP sebanyak 18,28 persen dan
pendidikan lebih tinggi termasuk DI, II, III dan Perguruan Tinggi hanya
sekitar 9,27 persen.
"Ini berdampak pada daya saing dan kompetensi dalam
memperoleh kesempatan kerja baik di dalam maupun di luar negeri," ucapnya.
Pada akhirnya hal tersebut akan mempengaruhi kemampuan Indonesia dalam
berkompetensi dengan negara lain.
Pemerintah menargetkan angka pengangguran dapat turun
menjadi 5,1 persen pada 2014. Muhaimin berujar upaya-upaya untuk membuka
lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran terus dilakukan secara
intensif.
Agar target tersebut tercapai Kemnakertrans secara rutin
menggelar Program Aksi Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di berbagai
daerah di Indonesia.
|
Reporter
: Qommarria Rostanti
|
|
Redaktur
: Yudha Manggala P Putra
|
|
Sumber
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/11/14/mdfqa5-pengangguran-di-indonesia-capai-724-juta
diperoleh pada tanggal 23 Maret 2013 Pukul 09.00 WIB
|
Faktor utama penyebab pengangguran di Indonesia.
Pengangguran yaitu orang yang berada pada usia
produktif/usia kerja yang tidak bekerja. Berdasarkan penyebabnya pengangguran
dapat dibedakan 5 macam yaitu:
- Pengangguran struktural yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi.
- Pengangguran siklus/konjungtur yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan-perubahan dalam tingkat perekonomian.misalnya perusahan-perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi sehingga sebagian tenaga kerja diberhentikan.
- Pengangguran friksional yaitu : pengangguran yang terjadi pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh (full employment),di mana tenaga kerja berusaha mengganti pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja atau mogok sementara untuk menuntut kenaikan upah.
- Pengangguran musiman yaitu : pengangguran yang terjadi akibat perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala,misalnya menganggur pada saat selang antara musim tanam dan musim panen
- Pengangguran karena perubahan teknologi(technological unemployment) yaitu pengangguran yang terjadi akibat perubahan teknologi misalnya mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin.
Salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia adalah
masalah pengangguran, yang tidak pernah teratasi setiap tahunnya. Faktor
pengangguran bisa beragam macamnya, dan ini tidak boleh di abaikan oleh
pemerintah. Usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata.
Seluruh penduduk Indonesia di harapkan partisipasinya untuk mengatasi masalah
ini. Tanpa kerjasama pemerintah dan masyarakat mustahil dapat mengatasi
pengangguran di Indonesia. Berikut adalah beberapa penyebab pengangguran yang
umum terjadi di Indonesia.
- Pendidikan rendah. Pendidikan yang rendah dpat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA.
- Kurangnya keterampilan. Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja,namun dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan.
- Kurangnya lapangan pekerjaan. Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi. Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta.
- Kurangnya tingkat EQ masyarakat. Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh terhadap keterampilan berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri, dan sifat lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat. Orang yang pandai berkomunikasi dan pandai bersosialisasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding orang yang selalu pendiam dan tidak berani mengeksplor potensi diri.
- Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain. Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.
- Tidak mau berwirausaha. Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah/kuliah terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di bandingkan membuat suatu usaha.
Itulah
beberapa faktor pengangguran yang banyak terjadi di Indonesia. Cukup sulit
untuk mengatasi pengangguran di Indonesia dengan tingkat jumlah penduduk yang
begitu besar dan masih banyaknya korupsi di negeri ini, sehingga laju
pengangguran semakin naik per tahunnya.
Sumber
: http://dimasjoe10.wordpress.com/2013/01/14/faktor-masalah-pengangguran-dan-cara-mengatasinya/ diperoleh tanggal 23 Maret 2013 Pukul 08.00 WIB
Dampak Terjadinya Pengangguran di
Indonesia
Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan
menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis
sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan
yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya.
Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang
orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen,
pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang
kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik.
Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para
penganggur Indonesia yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak
halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman,
penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk
berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok
tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia,
sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat
menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu
pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Dari segi ekonomi akibat dari pengangguran
yang terlalu tinggi dapat mengurangi pendapatan pajak, jika pendapatan pajak
kecil maka sangat sulit bagi generasi Indonesia untuk membangun dan
memolerbaiki kondisi Negara. Atau bahkan pembangunan Negara akan menjadi sangat
lambat dan terbelakang. Dari segi sosial, bagaimana bisa membangun negara.
minimal pembangunannya jadi lambat dan terbelakang. Dari segi sosial, banyaknya
penggangguran akan meningkatkan kriminal, kehidupan yg kurang sehat. Sedangkan
dari segi pendidikan, akibat yang akan muncul adalah banyak anak yang putus
sekolah.
Sumber
: http://famif08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/fakta-pengangguran/ diperoleh
tanggal 23 Maret 2013 Pukul 07.00 WIB
2.
KONSEP
Ø
Kepadatan Penduduk
Ø
Kemiskinan
Ø
Pendidikan Rendah
Ø
Lapangan Pekerjaan
Ø
Perilaku Menyimpang
Sumber
Penguji :
E Taylor, Shelley. 2009. “Psikologi
Sosial”. Jakarta : Kencana hal.4-5
Amalia, Lia. 2007. “Ekonomi
Pembangunan”. Jakarta : Graha Ilmu hal.2, dan 29
Sukirno, Sadono. 2006. “Makro Ekonomi”.
Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada hal. 326 dan 328-329
3.
GENERALISASI
v
Kepadatan penduduk yang
semakin meningkat mengakibatkan angka kemiskinan yang akan bertambah sehingga
akan mempengaruhi pendidikan menjadi kurang/rendah.
v
Dengan pendidikan yang
rendah serta kualitas yang rendah juga menjadikan lapangan pekerjaan yang
sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang banyak.
v
Pengangguran yang terjadi sedangkan
kebutuhan yang harus dipenuhi banyak mengakibatkan terjadinya perilaku
menyimpang yang dapat merugikan banyak pihak.
4.
TEORI
Pengangguran merupakan istilah
orang yang tidak bekerja atau tidak mempunyai aktifitas pekerjaan yang dapat
memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pengangguran disuatu tempat atau daerah
tertentu disebabkan oleh penduduknya yang banyak sedangkan lapangan pekerjaan
sedikit sehingga menyebabkan kemiskinan pada masyarakat yang menganggur.
Kemiskinan menyebabkan pendidikan yang dapat diperoleh juga menjadi rendah
sehingga untuk memperoleh pekerjaan juga sedikit sehingga akan terjadi perilaku
menyimpang yang bermacam-macam seperti kriminalitas.







0 Response to "Fakta, konsep, generalisasi, dan teori"
Post a Comment