MAKALAH
KONSEP
WAKTU

Diajukan
untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan IPS di SD 1
Disusun
Oleh :
YUQI
YULISTIA (063161111145)
OKI
OKTAVIANI (063161111138)
BIYAN
REVANY (063161111132)
SITI
NURJANAH (063161111139)
AKE
MELANSYAH (063161111165)
Prodi :
PGSD kelas D
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Jl. R. S
yamsudin, SH. No.50 Kota Sukabumi 43113
Tlp.
0266-218345, 218342 Fax.0266-218342
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, sang
Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya,
karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah dengan tema “Konsep Waktu” yang sederhana ini dapat terselesaikan tepat
pada waktunya. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi
besar Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari zaman Jahiliyah yang buta
terhadap ilmu ke zaman terang benderang yang sarat dengan indahnya ilmu
pengetahuan.
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini tidaklah lain
untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Pendidikan IPS di SD I serta merupakan
bentuk langsung tanggung jawab kami pada tugas yang diberikan. Pada kesempatan
ini, kami juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu penyelesaian makalah ini
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian pengantar yang dapat kami sampaikan dimana kami pun
sadar bawasannya kami hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan
dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah SWT hingga dalam penulisan dan penyusunannya masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran akan senantiasa saya
terima dalam upaya evaluasi diri.
Akhirnya kami hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidak
sempurnaan penulisan dalam penyusunan makalah ini adalah ditemukannya sesuatu
yang dapat memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan
bagi seluruh mahasiswa UMMI khususnya program studi PGSD. Amin ya Rabbal
‘alamin.
Sukabumi,
5 Desember 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Waktu (time) merupakan salah satu konsep
dasar sejarah selain ruang (space), kegiatan manusia (human activity).
Perubahan (change) dan kesinambungan (continuity). Ia merupakan
unsur penting dari sejarah yaitu kejadian masa lalu. Dengan kata lain waktu
merupakan konstruksi gagasan yang digunakan untuk memberi makna dalam kehidupan
di dunia. Manusia tak dapat dilepaskan dari waktu karena perjalanan hidup
manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini yang akan dibahas
adalah mengenai Konsep Waktu. Permasalahan
yang akan dibahas dalam isi makalah ini yaitu:
1. Apakah yang dimaksud sejarah?
2. Apakah tugas pokok ilmu sejarah ?
3. Pentingnya
waktu dalam sejarah ?
4. Apa konsep waktu dalam sejarah ?
5. Bagaimana
keterkaitan antara waktu, ruang, dan manusia ?
1.3Tujuan dari Makalah
Tujuan pembuatan makalah ini antara lain :
1) Untuk
memenuhi tugas mata perkuliahan Pendidikan IPS di SD 1
2) Untuk
bahan diskusi mata perkuliahan IPS di SD 1
3) Untuk
pembelajaran bagi yang membaca makalah ini
4) Mengetahui pengertian sejarah.
5) Mengetahui tugas pokok ilmu sejarah.
6) Mengetahui pentingnya waktu dalam sejarah.
1.4
Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
B.
Rumusan
Masalah
C.
Tujuan
dari Makalah
D.
Sistematika
Penulisan
BAB II Tinjauan Pustaka
A.
Konsep
Waktu dalam Sejarah
B.
Tugas Sejarah Berkaitan dengan Waktu
BAB
III Pembahasan
A.
Pengertian
Sejarah
B.
Tugas Pokok Ilmu Sejarah yang Berkaitan
dengan Waktu
C.
Pentingnya
Waktu dalam Sejarah
D.
Konsep Waktu dalam Sejarah
E.
Waktu,
ruang, dan manusia
BAB
IV Kesimpulan
A.
Kesimpulan
B.
Daftar
Pustaka
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KONSEP WAKTU DALAM SEJARAH
Waktu (time) merupakan salah satu konsep dasar
sejarah selain ruang (space), kegiatan manusia (human activity).
Perubahan (change) dan kesinambungan (continuity). Ia merupakan
unsur penting dari sejarah yaitu kejadian masa lalu. Dengan kata lain waktu
merupakan konstruksi gagasan yang digunakan untuk memberi makna dalam kehidupan
di dunia. Manusia tak dapat dilepaskan dari waktu karena perjalanan hidup
manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri.
Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda
tentang waktu yang mereka jalani. Contoh : masyarakat Barat melihat waktu
sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti
dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah
manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak
zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang.
1.PERIODISASI
Periodisasi adalah pembabakan masa atauwaktu yang digunakan
untuk mengetahui berbagai peristiwa dalam sejarah. Periodisasi yang dibuat para
ahli tentang suatu peristiwa yang sama dapat berbeda-beda bentuknya dikarenakan
alasan pribadi atau subyektif.
Periodisasi/pembabakan waktu sejarah Indonesia menurut Dr.
Kuntowijoyo dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Sejarah, dibagi menjadi
4 periode, yaitu: zaman prasejarah, zaman kuno, zaman Islam, dan zaman modern.
Tetapi secara graris besar periodisasi sejarah dibagi
menjadi zaman prasejarah dan zaman sejarah. Untuk lebih jelasnya bagaimana
hubungan antara zaman prasejarah dan zaman sejarah, maka silahkan Anda
perhatikan gambar 1 berikut ini.
periodesasi
sejarah
Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman prasejarah
yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman
Nirleka zaman tidak adanya tulisan. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman
sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa
prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah
zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya
zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban
bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM
masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah
memasuki zaman sejarah.
Periodesasi dimaksudkan untuk mempermudah dalam memahami
peristiwa-peristiwa sejarah. Contoh periodesasi sejarah , misalnya sejarah
Indonesia. Untuk mempermudah memahami perkembangan sejarah Indonesia, maka
sejarah Indonesia disusun dalam periodesasi sebagai berikut:
1. Prasejarah (jaman batau dan jaman logam )
2. Masuk dan berkembangnya pengaruh budaya India
3. Masuk berkembangnya islam
4. Zaman colonial
5. Zaman pendudukan jepang
6. Revolusi kemerdekaan
7. Masa orde lama
8. Masa orde baru
9. Masa reformasi Tujuan di buatnya periodisasi bukan berarti memutuskan
peristiwa yang satu dengan yang lainnya , karena dalam sejarah aspek
kesinambungan dan kontinuitas merupakan suatu hal yang pokok
2. Kronologi
Kronologi adalah istilah yang artinya diambil dari
kata krono/chrono yang artinya waktu dan -logi yang
artinya ilmu maka disimpulkan kronologi adalah ilmu yang mempelajari waktu atau
sebuah kejadian pada waktu tertentu. Dengan kata lain kronologi adalah
penentuan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah. Kronologi
berdasarkan hari kejadian atau tahun terjadinya peristiwa sejarah.
Tujuan dibuatnya kronologi dalam sejarah adalah agar
penyusunan berbagai peristiwa sejarah dalam periodisasi tertentu tidak
tumpangtindih atau rancu dengan metode lainnya . Kronologi sejarah berarti
sesuai dengan urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah tersebut , sehingga
tidak berlangsung secara loncat-loncat . Walaupun demikian susunan kejadian
berdasarkan urutan waktu tersebut harus tetap berkisinambungan dan menunnjukan
kuasalitas (sebab-akibat) . Penyusunan peristiwa berdasarkan urutan waktu tanpa
adanya hubungan sebab akibat dinamakan kronik , bukan sebagai sejarah.
Manfaat
kronologi adalah:
1) Dapat membantu menghindarkan kerancuan dalam pembabakan
waktu sejarah
2) Dapat merekonstruksi peristiwa sejarah dimasa lalu
berdasarkan urutan waktu
3) Dapat menghubungkan dan membandingkan kejadian sejarah di
tempat lain dalam waktu yang sama
Kronik adalah catatan tentang waktu
terjadinya suatu peristiwa sejarah.
Tujuan
Kronik yaitu:
1. Membantu menghindarkan terjadinya kerancuan dalam pembabakan
waktu sejarah.
2. Merekonstruksi peristiwa sejarah dimasa lalu berdasarkan
urutan waktu dengan tepat.
3. Menghubungkan daný membandingkan kejadian sejarah
di tempat lain dalam waktu yang sama.
Contoh kronologi sejarah Indonesia :
Tahun
1596 Kapal
layar Belanda yang pertama datang ke Batavia di bawah pimpinan Cornelis de
Houtman
Tahun
1602 Mulai
tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini
adalah Indonesia. Tahun
1605 VOC
datang kebumi pertiwi th 1605.
Tahun 1610 Ambon
dijadikan pusat kegiatan VOC
Tahun 1619 Jan
Pieterzoon Ccoen menguasai Jakarta (Batavia)
Tahun
1621 Nama
Batavia dipakai sampai tahun 1942, setelah itu nama kota berubah menjadi
Jakarta.
Tahun
1628 Sultan
Agung dari Mataram menyerang Belanda di Batavia (1628-1629)
Tahun
1635 Pada
tanggal 4 September 1635 telah dilakukan kontrak dagang antara VOC dengan
kesultanan Banjar..
Tahun 1799 VOC
dibubarkan
Tahun 1811 Indonesia
Jatuh ke tangan Inggris
20
Mei 1908 Berdirinya Budi Utomo
17
Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia. Pembacaan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56.
18
Agustus 1945 Penetapan Undang-undang Dasar dan
Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia
Karena dalam sejarah dipelajari
bagaimana manusia berinteraksi sepanjang waktu yang dialaminya. Dalam sejarah
misalnya, dikenal periodisasi
Menurut
Kingsley Davis, perubahan sosial merupakan bagian dari¢ perubahan kebudayaan.
Perubahan kebudayaan mencakup semua unsur kebudayaan, misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, teknologi, dan lain-laintermasuk perubahan-perubahan dalam bentuk
serta aturan-aturan organisasi sosial.
Menurut Taylor, mengemukakan bahwa kebudayaan
adalah suatu kompleks¢ yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
norma, hukum, adat istiadat serta kebiasaan dari manusia sebagai warga
masyarakat. Perubahan kebudayaan adalah setiap perubahan dari semua unsur
kebudayaan tersebut.
Menurut Gillin dan Gillin, mengatakan bahwa
perubahan sosial budaya¢ merupakan variasi dari cara-cara hidup yang telah
diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi
penduduk, ideologi, difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Selo Sumardjan, perubahan sosial budaya adalah
segala perubahan pada¢ lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu
masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai
sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya terjadi secara terus menerus dari
dahulu, sekarang, dan di masa yang akan datang. Perubahan sosial budaya tidak
dapat dipisahkan, karena kebudayaan berasal dari masyarakat dan masyarakat
tidak mungkin tanpa adanya kebudayaan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Pengertian sejarah
Sejarah dapat
dibedakan menjadi 3 komponen yakni :
a.
Masa lalu,
b.
Pernyataan masa lalu,
c.
Metode penelitiannya.[1]
Menurut James
Bank sejarah adalah semua peristiwa masa lampau, masa sekarang dan yang akan
datang.
Menurut Muhammad
Yamin sejarah ialah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan dengan
cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat
manusia pada waktu yang lampau, yaitu susunan hasil penyelidikan bahan-bahan
tulisan atau tanda-tanda yang lain.
Dari uraian tentang definisi atau batasan pengertian tadi
dapat diambil intisarinya bahwa sejarah itu adalah :
1.
Sebagai ilmu pengetahuan,
2.
Yang tersusun sebagai hasil
penyelidikan,
3.
Dengan menggunakan sumber sejarah
sebagai bahan penyelidikan berupa sumber benda, sumber tertulis, dan sumber
lisan.
4.
Cerita ilmiah yang menunjukkan adanya
hubungan antara satu gejala dengan gejala lain secara kronologis.
5.
Yang diselidiki atau yang diriwayatkan
dalam pengertia sejarah itu ialah kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam
masyarakat manusia pada masa yang lampau.
6.
Yang berlaku dalam masyrakat manusia.
7.
Pada waktu yang lampau.
8.
Bertarikh atau bertanggal karena waktu
dalam perjalanan sejarah merupakan suatu kontinuitas dan untuk memudahkan
ingatan manusia dalam mempelajari sejarah perlu ditentukan batas awal dan
akhirnya, setiap babakan dengan kesatuan waktu ( menit, jam, hari, minggu, dan
seterusnya ).
9.
Menafsirkan keadaan-keadaan yang telah
berlalu.[2]
3.2
Tugas pokok ilmu sejarah yang berkaitan dengan waktu
Ilmu sejarah
bertugas membuka ke masa lampau atau waktu yang lalu umat manusia memaparkan
kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupannya dan mengikuti
perkembangannya dari masa yang paling tua hingga dewasa ini.
Tugas
sejarah dalam membuka kegelapan masa lampau atau waktu yang lalu umat manusia
mengandung pengertian sejarah meneliti dan mengkaji peristiwa-peristiwa atau
kejadian-kejadian di dalam masyarakat manusia yang terjadi pada masa lampau.
Kejadian yang tidak memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat manusia pada
masa lampau bukanlah suatu peritiwa sejarah.
3.3
Pentingnya waktu dalam sejarah
Apabila
dilihat dari hakikatnya sejarah itu ialah suatu konsep tentang waktu atau tempo
(time) yang proses kelangsungannya atau perjalanan waktu dengan yang perubahan
mengarungi ruang geografis yang berisi berbagai peristia mengenai segala
aktifitas yang berkesinambungan maka kurun waktu akan berdimensi 3, yaitu :
1.
Waktu yang lalu.
2.
Waktu sekarang.
3.
dan waktu yang akan datang
Penggambaran proses jalur waktu itu
selalu lurus (linear) karena jalannya waktu sebagai proses bergerak menurut
garis lurus yang bergerak terus dari awal menju masa depan. Menurut 3 dimensi
itu kita menghadapi kenyataan bahwa masa kini bergerak terus dan gerakan itu
secara eksak diukur dengan detik, menit dan hari, minggu, bulan, tahun, windu,
dasawarsa, dan abad. Penggunaan istilah masa kini sesungguhnya bersifat relatif
karena waktu bergerak terus dari detik ke detik, menit ke menit dan seterusnya.
Karena hal ini hanya sebagai titik antara masa lampau dan masa depan.
Prinsip kronologis dalam sejarah yaitu
perjalanan waktu atau kelangsungan (continuity)
perlu dibuat batasan awal san akhirnya yang disebut kurun waktu dan
babakan waktu (periode) secara berurutan atau succesion.
3.4
Konsep waktu dalam sejarah
Yang
dipelajari oleh sejarah bukan hanya perkembangannya saja tetapi juga
kesinambungan, pengulangan, dan perubahan dari peristiwa-peristiwa masa lalu
umat manusia tersebut. Jadi waktu dalam sejarah terjadi 4 hal :
1.
Perkembangan
Perkembangan masyarakat terjadi bila berturut-turut
masyarakat bergerak dari suatu bentuk ke
bentuk yang lain. Biasanya masyarakat akan berkembang dari bentuk yang
sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
2.
Kesinambungan
Kesinambungan terjadi apabila suatu masyarakat baru hanya
melakukan adopsi lembaga-lembaga lama.
3.
Pengulangan
Pengulangan terjadi bila peristiwa yang pernah terjadi di
masa lampau terjadi lagi di masa selanjutnya.
4.
Perubahan
Perubahan terjadi bila masyarakat mengalami pergeseran
sama dengan perkembangan, akan tetapi asumsi ialah adanya perkembangan
besar-besaran dan dalam waktu yang relatif singkat. Dan biasanya perubahan ini
terjadi akibat pengaruh dari luar.
3.5
Konsep Waktu, Ruang, dan
Manusia
Waktu (dimensi temporal) memiliki dua makna yakni makna
denotatif dan makna konotatif . Makna waktu secara denotatif adalah merupakan
satu kesatuan ; detik menit, jam, hari, minggu, bulan , tahun, abad, dst.
Sedangkan makna waktu secara konotatif adalah waktu sebagai konsep. Ruang
(dimensi spasial) merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa, baik
peristiwa alam maupun peristiwa sosial dan peristiwa sejarah dalam proses
perjalanan waktu. Manusia (dimensi manusia) adalah pelaku dalam peristiwa
sosial dan peristiwa sejarah. Dengan demikian, ketiga konsep tersebut, yaitu :
waktu, ruang dan manusia merupakan kesatuan tiga unsur penting yang tidak dapat
dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya.
Suatu peristiwa dipengaruhi oleh kekuatan yang ada di
luar manusia yaitu berupa kekuatan fisik-material (dimensi alam).
Kekuatan-kekuatan tersebut merupakan suatu potensi bagi terjadinya suatu
peristiwa. Terwujudnya kemungkinan-kemungkinan tersebut dapat tercermin dalam
suatu peristiwa yang membawa perubahan terhadap manusia dalam dimensi ruang dan
dimensi waktu secara fungsional dan terhubung. Proses terjadinya suatu
peristiwa dan perubahannya berlangsung dalam batas ruang dan waktu. Dengan
batas ruang diadakan pengkajian tentang peristiwa dan perkembangannya. Namun
demikian, berkembangnya IPTEK dalam bidang komunikasi, maka batas ruang menjadi
tidak berarti karena suatu peristiwa akan dengan mudah menyebar ke ruang yang
lebih luas seolah-olah ruang tempat terjadinya peristiwa tersebut bergerak.
Suatu kejadian dapat diamati berdasarkan dimensi ruang,
dimensi waktu, dan dimensi manusia. Berdasarkan dimensi ruang, suatu peristiwa
memiliki batas-batas tertentu. Dalam suatu ruang akan berlangsung berbagai
peristiwa atau kejadian, pada waktu yang bersamaan. Bagaimanakah kita menyikapi
setiap peristiwa tersebut ? Berdasarkan dimensi manusia, manusia adalah menjadi
objek dan subjek dari peristiwa tersebut. Setiap peristiwa membawa pengaruh
terhadap perubahan pada dimensi manusia, baik sebagai objek maupun subjek.
Perubahan tersebut diharapkan adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk
terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik tersebut, maka diperlukan
kesadaran manusia dalam memaknai peristiwa. Pasti Anda tahu akan konsep belajar
dari pengalaman. Setiap peristiwa adalah suatu proses pembelajaran, sehingga
dari peristiwatersebut akan memberikan perubahan pada orang yang dapat
memaknainya. Tetapi bagi orang yang tidak dapat memaknainya, maka peristiwa
akan berlangsung begitu saja, artinya tidak memberikan perubahan secara
individual.
Berdasarkan dimensi waktu, suatu peristiwa merupakan
suatu proses. Artinya, peristiwa
tersebut mengalami perubahan sejalan dengan waktu. Apakah waktu ? Konsep waktu
itu ada dan terus berjalan (continuity).
Waktu dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang memiliki kesadaran bahwa waktu
itu terus berjalan. Jadi, hanya manusia yang dapat memanfaatkan waktu yang
dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.[3]
BAB IV
PENUTUP
4.1Kesimpulan
Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau tentang apa
saja yang sudah dipikirkan,
dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh orang.
Seorang
sejarawan dapat menulis apa saja asal memenuhi syarat untuk
disebut
sejarah. Dimensi waktu dalam sejarah sangat
penting, karena peristiwa yang menyangkut
manusia itu terjadi dan berlangsung dalam dimensi ruang
dan
waktu. Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti kelangsungan
(continuity).
Atas kesadaran manusia, maka waktu dibagi menjadi tiga
dimensi
yaitu waktu yang lampau, waktu sekarang, dan waktu yang
akan
datang dalam satu kontinuitas. Sejarah bertugas
untuk membuka peristiwa masa lampau manusia, memaparkan
kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan dan mengikuti
perkembangan dari masa lampau hingga masa sekarang dan
dijadikan
pedoman di masa yang akan datang. Manusia sebagai
makhluk sosial dalam menjalani hidup dan penghidupannya
selalu mengalami apa yang disebut perubahan. Perubahan itu
berlangsung terus menerus berlanjut dan berkesinambungan
dari masa lampau hingga sekarang dan akan terus terjadi pada
masa yang akan datang. Ada dua macam perubahan yaitu perubahan sosial
dan perubahan kebudayaan, namun demikian keduanya tidak dapat dipisahkan secara
tegas karena saling terkait.
Daftar Pustaka
·
Banks,
James. 2012. "Strategi Mengajar Ilmu Sosial". Mutiara Press:Bandung.
·
Winataputra,
Udin. 2007. "Materi dan Pembelajaran IPS SD". Universitas Terbuka:
Jakarta
Read Users' Comments (0)






