Book Report


BOOK REPORT
Ecological Literacy :
 Educating Our Children for a Sustainable Word “PART 1VISION”

41LOGO UMMI

 

   


diajukan untuk memenuhi tugas syarat UTS Mata Kuliah Pendidikan IPS di SD II
disusun oleh :

                                    YUQI YULISTIA                    063161111145
                                    MIDA HAMIDAH                   063161111166
                          LIES TRY PAMUNGKAS       063161111135
                          DEDE ERNI                            063161111163
                          RATNA ELIZA                       063161111151
                          USWATUN HASANAH          063161111130           
                          ANISA SENJA S                     063161111124 (kelas c)
                          DICKY MARYUNADI                        063161111149
KELAS : PGSD D

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kelas D/ Semester 4


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
Jalan R. Syamsudin, SH. 50 Kota Sukabumi– 43113 Telp. (0266) 218342 Fax. (0266) 218345
Website : www.ummi.ac.id e-mail : info@ummi.ac.id
2013




KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, sang Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan beserta seperangkat aturan-Nya, karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah analisis buku yang berjudul “Ecological Literacy” kami menganalisis Part 1 “Vision” yang sederhana ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari zaman Jahiliyah yang buta terhadap ilmu ke zaman terang benderang yang sarat dengan indahnya ilmu pengetahuan.
Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini tidaklah lain untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah dan sebagai syarat UTS Pendidikan IPS di SD II serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab kamis pada tugas yang diberikan. Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah  membantu penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian pengantar yang dapat kami sampaikan dimana saya pun sadar bawasannya kami hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah SWT  hingga dalam penulisan dan penyusunannya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran akan senantiasa saya terima dalam upaya evaluasi diri.
Akhirnya kami hanya bisa berharap, bahwa dibalik ketidak sempurnaan penulisan dalam penyusunan makalah ini adalah ditemukannya sesuatu yang dapat memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan bagi seluruh mahasiswa UMMI khususnya program studi PGSD. Amin ya Rabbal ‘alamin.

                                                                                    Sukabumi, 24 April 2013



                                                                                                            Penulis


IDENTITAS BUKU

Judul buku      : Ecological Literacy : Educating Our Children for a Sustainable Word
Pengarang       : Michael Kmstone dan Zenoa Barlow
Tahun terbit     : 2005
Penerbit           : Sierra Club Books
Part                  : 1 (VISION)
Page                : 11-63 (52 halaman)
 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................             i
Identitas Buku …………………………………………………………….. ii
Daftar Isi ...................................................................................................... iii
BAB I       Pendahuluan/Introduction
A.  Introduction........................................................................................ 1
B.  Part 1 “Vision”.................................................................................... 2         
1.         En’owkin : desion making as sustainability mattered .................. 2
2.         Speaking nature’s language : principles for sustainability …......   5
3.         Solving  for pattern …………….................................................. 7
4.         The power of word ……………................................................... 10
5.         Values ..........................................................................................  11
6.         Fast-food and slow food values ..................................................  13
7.         The slow school idea whose time as time has come?................... 16
C.  Tujuan ...............................................................................................  19
D.  Sistematka penulisan .........................................................................  19
E.   Manfaat hasil pembahasan ................................................................  20
BAB II Pembahasan/Analisis ......................................................................  21
1.         En’owkin : desion making as sustainability mattered ................   21
2.         Speaking nature’s language : principles for sustainability .........    22
3.         Solving for pattern .....................................................................   23
4.         The power of word ……………………………........................    24
5.         Values ........................................................................................    25
6.         Fast-food and slow food values ...............................................     26
7.         The slow school idea whose time as time has come? ................    28
BAB III    Penutup .....................................................................................   30
A.  Kesimpulan .......................................................................................  30
B.  Saran .................................................................................................. 32
Daftar Pustaka .............................................................................................. 33




BAB I
INTRODUCTION

A.    Introduction
Dalam penulisan buku yang di karang oleh Michael K Stone dan Zenthia Barlow mengenai Geological Literaci : Educating Our Children For a Sustainable Word yaitu untuk pengetahuan dan komitmen untuk tranformasi pendidikan atau kepeduliannya terhadap lingkungan & pendidikan anak.
Dari beberapa ilmuwan dalam buku ini menekankan perlunya untuk menghasilkan hasil yang nyata yang mengarah pada perubahan sistemik yaitu perubahan yang secara bertahap.
Dalam penulisan buku ini David lebih menekankan pemahaman, terdapat 2 faktor:
1)   Basis geografis ( segala ekosistem air)
2)   Kemampuan anak untuk belajar
Dalam buku ini para pendukung reformasi sekolah sistemik menyerukan hanya pergeseran dari pengambilan keputusan untuk kepemimpinan bersama dari melihat bahwa guru sebagai ahli dan melihat guru sebagai fasilitator. Dalam penelitiannya menyatakan bahwa penerapan konsep-konsep kunci dari sistem pemikiran akan menyebabkan perubahan berkelanjutan di bidang pendidikan.
Terdapat beberapa pembinaan dalam buku ini terhadap sekolah di antaranya:
1)            Berfungsi sebagai seluruh masyarakat
2)            Mengungkapkan semangat reformasi sekolah sistematik
3)            Komitmen untuk mengajar pengetahuan ekologi
4)            Mengintegrasi kurikulum mereka melalui kebun sekolah, restoran sekolah,dll.
Dalam penganalisisannya strategi dengan The Bay Institut Of san Fransisco, sekolah berubah menjadi siswa dan guru yang mengembalikan daerah aliran sungai ( jerami)
Melalui kerjasamanya dengan para penulis merasa sadar akan fenomena nasional sebuah peta permasalahan regional yang penulis gunakan dalam presentasinya menyorot masalah pertanian pinggiran perkotaan berisiko di pedesaan barat. Penulis dalam buku ini menemukan bahwa program yang sukses tidak selalu relatif melainkan bermigrasi sebagai pendidik, orang tua,dll.
Dalam buku ini Jeannette mengistilahkan “Empat Masyarakat Proses”, yang kalangan “masyarakat” pemuda, sepuph, ibu, dan ayah-busur menyatakan prespektif yang kita sebut masing-masing “Visi”, “Tradisi/ Place”, “Hubungan” dan “Aksi”.
·   Visi, diwakili oleh tulisan-tulisan di bagian I, yang terdiri dari 7 subjudul yang akan kami analisis pada bab ke-II,
·   Tradisi/Place, ditemukan di bagian II,
·   Hubungan perspekti, pada bagian III,
·   Dari prespektifasi, yang mencirikan tulisan di bagian IV,
Dalam penulisan buku ini pengaturannya terdapat sekitar 4 prespektif untuk beberapa alasan:
1)      Penghormatan terhadap Jeannette Armstrong dan Okana akan terbentuknya persepsi tentang pendidikan untuk masyarakat yang berkelanjutan.
2)      Pengakuan terhadap pendekatan pengembalian keputusan sebagai representasi.
3)      Pengakuan bahwa masyarakat belum benar-benar meneliti masalah.
Semua beranggapan bahwa ke empat prespektif itu salah satu dari yang paling sederhana.

B.     Pada part 1 ini membahas tentang “Vision” yang terdiri dari 7 subjudul, sebagai gambaran dari ke tujuh sub judul tersebut maka dapat diuraikan seperti berikut :

1.   En'owkin:decision-making as if sustainability mattered* Jeannette C. Armstrong
Pengaruh Jeannette Armstrong di Pusat Ecoliteracy sebenarnya dimulai beberapa tahun sebelum didirikan, ketika ia memimpin dialog think-tank "Berpikir asli dan Transformasi Sosial"Zenobia Barlow telah diselenggarakan antara aktivis asli dan normatif dan pemikir. Armstrong adalah Okanagan India, lahir di Penticton India, Reservasi di British Columbia, di mana dia telah menjalani sebagian besar kehidupan.
Armstrong berbicara tentang warisan, tanggung jawab, dan menantang semua orang untuk mengatakan otentik siapa mereka karena suatu bentuk kehidupan merupakan warisan dari nenek moyang.
Armstrong dan Barlow berkolaborasi , dalam pertemuan tersebut Amstrong menyebutkan sebagai "Empat Masyarakat Proses". Proses tersebut penting dalam prinsip-prinsip keberlanjutan untuk pendidik, tim sekolah, dan proyek. Armstrong bertindak sebagai penasehat, dia memberikan wawasan perrkembangan strategi pendidikan dan kerangka kerja konseptual yang diambil dari perspektif masyarakat yang telah dipertahankan olehnya di tanah yang sama dan sumber daya selama ribuan tahun.
Menurutnya semua orang Okanagan harus berlatih bioregional ekonomi mandiri, dengan adanya kesadaran seluruh masyarakat harus terlibat dalam rangka untuk mencapai keberlanjutannya hasil dari hidup bersama selama ribuan tahun. "Kerja sama" tidak cukup untuk menggambarkan sifat organik dimana anggota masyarakat terus berlanjut, baik di luar kebutuhan untuk menumbuhkan prinsip-prinsip dasar untuk perawatan satu sama lain dan bentuk kehidupan lainnya.
Hal yang bisa kita harapkan hasil dari mempraktekkan prinsip-prinsip kehidupan, anatara lain :
Pertama, kita bisa mengharapkan setiap orang untuk sepenuhnya menghargai bahwa setiap individu luar biasa berbakat, mengaktualisasikannya atau potensi manusianya hanya sebagai akibat dari fisik, emosional, intelektual, dan spiritual kesejahteraan, dan bahwa keempat aspek eksistensi selalu bergantung pada hal-hal eksternal.
Kedua, setiap orang merupakan salah satu unsur dari organisme transgenerational dikenal sebagai sebuah keluarga. Melalui organisme ini mengalir darah kehidupan kuat transferensi budaya yang dirancang untuk mengamankan probabilitas tertinggi kesejahteraan bagi setiap generasi.
Ketiga, sistem keluarga adalah dasar dari jaringan hidup jangka panjang yang disebut masyarakat. Dalam berbagai konfigurasi yang jaringan ini menyebar kekuatan hidupnya selama berabad-abad dan melintasi ruang fisik, memperoleh pengetahuan kolektif diperlukan untuk mengamankan kesejahteraan semua.
Gagasan masyarakat  yang sesuai dengan pemahaman nenek moyangnya yaitu mencakup pandangan holistik kompleks yang berkaitan dengan tanggung jawab kita untuk segala sesuatu yang kita ambil yang berhubungan dengan keputusan tradisional, didasarkan pada pandangan tersebut, melibatkan proses khusus yang disebut "En'owkin."
Proses tersebut digunakanoleh orang-orang lembah tradisional ketika mereka dihadapkan pada pilihan masyarakat. Proses tersebut masih dipraktekkan dalam bentuk utuh. Mereka menggunakan proses yang terus menerus dengan cara yang informal dalam masyarakat, dan pada waktu-waktu tertentu mereka bisa terlibat dalam cara yang formal.
Ketika masyarakat dihadapkan dengan keputusan, sesepuh meminta orang-orang untuk terlibat dalam En'owkin, meminta agar setiap orang memberikan kontribusi informasi tentang subjek yang merekapegang.
Selanjutnya tidak begitu banyak perdebatan dalam proses klarifikasi, menggabungkan potongan-potongan informasi dari orang sebanyak mungkintidak peduli seberapa relevan, sepele, atau kontroversial, tidak ada yang dihilangkan atau praduga .
Proses ini sengaja dirancang untuk tidak mencari penyelesaian pada tahap pertama. Sebaliknya, ia berusaha mencariinformasi konkret, menanyakan bagaimana keputusan dapat mempengaruhi orang-orang dan hal-hal lain baik dalam jangka panjang dan pendek. Meskipun orang-orang dengan kemampuan analisis yang baik atau pengetahuan khusus dan juru bicara bagi individu atau keluarga biasanya diberikan kesempatan untukberbicara, ada yang dipersilakan untuk berbicara tetapi itu hanya untuk menambah informasi baru atau wawasan.
Tahap selanjutnya dari proses menantang kelompok untuk menyarankan resolusi mungkinsambil tetap memperhatikan setiap keprihatinan yang diajukan oleh orang lain. Titik proses ini bukan untuk orang-orang untuk membujuk masyarakat bahwa mereka benar. Sebaliknya, intinya adalah untuk membawa setiap individu untuk memahami semaksimal mungkin alasan untuk pendapat berlawanan atau yang dimiliknya. Setiap orang bertanggung jawab untuk melihat pandangan, keprihatinan, dan alasan lain, karena keputusan terbaik merupakan kebutuhan masyarakat.
Aturan odern Robert ketertiban pengambilan keputusan, dalam melaksanakan kehendak mayoritas, sering menciptakan perbedaan besar dan ketidakadilan untuk minoritas, yang pada gilirannya menyebabkan perpecahan, polaritas, dan pertikaian berkelanjutan. Jenis proses pada kenyataannya merupakan cara untuk menjamin permusuhan terus menerus dan divisi yang memberikan  tindakan agresif yang dapat mengganggu kestabilan seluruh masyarakat dan menciptakan ketidakpastian, ketidakpercayaan, dan prasangka.
Ada banyak orang yang mengerti bagaimana kita perlu satu sama lain untuk menjadi cara kita harus berada di atas tanah. Bayangkan sebuah masa depan di mana manusia telah mencapai potensi sepenuhnya. Bayangkan sebuah dunia di mana kebaikan setiap manusia dan setiap spesies dianggap dalam setiap keputusan yang diambil.

2.   Speaking nature’s language:principles for sustainability* Fritjof Capra
Fritjof Capra itu Sebuah director pendiri dari pusat Ecoliteracy dan saat ini ketua dewan.Fritjof Capra’s adalah kemampuannya untuk mencerna sejumlah informasi dari yang sangat kompleks bidang luas penyelidikan.Karena dia seorang ilmuwan, fritjof pernah melebih-lebihkan adalah khasus atau penyimpangan dalam angan-angan.Setelah menerima gelar PH.D.dalam teori fisika dari Universitas Wina 1 1966. Capra melakukan penelitian dari Universitas Paris, yang sity unir of california di santa cruz, Stanford Linear Accelelator center, imrial college of the university of london, dan lawrence berkeley laboratory university of california. Dia adalah penulis lima buku terlaris internasional: the tao of physics (1975) ia turning point (1982) kebijaksanaan jarang (1988). The web of live 996 dan the hidden connections (2002).Ia menulis hijau politik 984 milik universe 1991 dan ecomanagement 1993. Dan iedited pengarah bisnis menuju keberlanjutan 1995 dia berada di fakultas schumacher college, sebuah pusat international di inggris.
Buku ini, kita dapat merancang masyarakat yang berkelanjutan dengan pemodelan mereka setelah ekosistem alam.Untuk memahami prinsip-prinsip ekosistem organisasi, yang telah berevolusi selama miliaran tahun, kita perlu mempelajari prinsip-prinsip dasar ekologi bahasa alam. Kerangka yang paling berguna untuk memahami ekologi saat ini adalah teori system kehidupan, yang masih muncul dan yang akarnya termasuk biologi organisme, psikologi gestalt, teori sistem umum dan teori kompleksitas ( atau dinamika nonlinear ). Sistem kehidupan adalah apa yang kita lihat.
Pertama, setiap organisme hidup, dari bakteri terkecil untuk semua jenis tumbuhan dan hewan, termasuk manusia, adalah sistem hidup.
Kedua, bagian-bagian dari sistem kehidupan itu sendiri sistem kehidupan .sebuah daun adalah sistem hidup . otot adalah sistem hidup. Setiap sel dalam tubuh kita adalah sistem hidup.
Ketiga, komunitas organisme, termasuk ekosistem dan sistem sosial manusia seperti keluarga, sekolah, dan komunitas manusia lainnya,adalah sistem kehidupan. Tradisi keilmuan seluruh kami didasarkan pada pemikiran linear, ketika sesuatu bekerja , lebih dari yang sama akan selalu menjadi lebih baik, misalnya, ekonomi sehat akan menunjukan pertumbuhan ekonomi terbatas. Sistem kehidupan arena yang nonliner dan berakar pada pola hubungan, prinsip-prinsip ekologi memerlukan cara baru untuk melihat di dunia pemikiran dalam hal hubungan, terhubung, dan konteks yang berlangsung ilmu pengetahuan barat tradisional dan pendidikan. Seperti ‘sistemik’sehat akan menunjukan pertumbuhan ekonomi terbatas. Sistem kehidupan arena yang nonliner dan berakar pada pola hubungan, prinsip-prinsip ekologi memerlukan cara baru untuk melihat di dunia pemikiran dalam hal hubungan, terhubung, dan konteks yang berlangsung gainst butir ilmu pengetahuan barat tradisional dan pendidikan.
Ekosistem tidak hanya kumpulan spesies, itu adalah komunitas masyarakat, apakah ekosistem atau sistem atau sistem manusia, atau jaringan, hubungan. Dalam pandangan sistem, objects penelitian adalah jaringan hubungan, tertanam dalam jaringan yang lebih besar, praktek, organisasi lain untuk menampilkan proses berbasis hubungan seperti kerjasama dan pengambilan keputusan secara konsensus. Di barat sebagian besar waktu, studi materi telah mendominasi dalam ilmu pengetahuan. Sistem menerapkan 3tahun berpikir untuk beberapa hubungan penghubung rumah tangga bumi, kita dapat mengidentifikasi konsep inti yang menggambarkan pola dan proses yang sifatnya menopang kehidupan, konsep-konsep ini titik awal untuk merancang masyarakat yang berkelanjutan, dapat di sebut prinsip ekologi, prinsip-prinsip keberlanjutan masyarakat atau bahkan fakta-fakta dasar kehidupan. Kita perlu kurikulum yang mengajarkan anak-anak kita fakta dasar kehidupan. Konsep-konsep terkait erat adalah aspek yang berbeda dari pola dasar tunggal organisasi: alam menopang kehidupan dengan menciptakan dan memelihara kesatuan comm. Di antara yang paling penting dari konsep-konsep ini. Diakui dari mengamati ratusan ekosistem, adalah jaringan sistem bersarang keanekaragamaan saling tergantung keseimbangan dinamis siklus, mengalir, pembangunan, dan jaringan.Di semua skala kita menemukan sistem kehidupan bersarang dalam hidup lainnya sistem jaringan dalam jaringan. Meskipun prinsip-prinsip dasar yang sama. Dalam sistem sosial seperti sekolah, belajar membentuk individu oleh apa yang terjadi di dalam kelas, yang bersarang dengan sekolah, yang tertanam di sekolah.Pada setiap tingkat fenomena menunjukan sifat yang tidak ada di tingkat bawah.Memilih strategi untuk mempengaruhi sistem tersebut membutuhkan simultan menangani beberapa tingkatan dan mengenali stategi mana yang sesuai untuk tingkat yang berbeda.
Semua sistem hidup, dari organisme melalui ekosistem, adalah sistem terbuka, energi surya, diubah menjadi energi kimia oleh fotosintesis tanaman hijau.Mendorong siklus yang paling ekologis, tetapi energi itu sendiri tidak siklus. Seperti diubah dari satu bentuk energi yang lain misalnya sebagai energi kimia yang tersimpan dalam minyak bumi diubah menjadi energi mekanis untuk menggerakan piston dari sebuah mobil. Sebagian sering jauh dari itu pasti arus, oleh karena itu kami tergantung pada aliran konstan energi. Sebuah masyrakat yang berkelanjutan hanya akan menggunakan energi sebanyak itu bisa menangkap rom matahari dengan menggunakan energi lebih efisien. Semua sistem berkembang, dan semua pengembangan memanggil belajar.Dalam perkembangan ekosistem melewati serangkaian tahapan berurutan dari cepat tumbuh.Berubah, memperluas komunitas perintis dengan siklus ekologikal lebih lambat dan lebih stabil ekosistem setiap sepenuhnya dieksploritas tahap dalam suksesi ekologi hal merupakan komunitas crative distin dalam dirinya sendiri.
Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa kelangsungan hidup umat manusia akan tergantung pada kemampuan kita dalam dekade mendatang untuk memahami prinsip-prinsip ekologi dan hidup sesuai. Alam menunjukan bahwa sistem yang berkelanjutan yang mungkin, yang terbaik dari ilmu pengetahuan diri mereka sendiri.

3.   Solving for pattern * Wendell Berry
Pertanian sekarang adalah bahwa metode industri yang begitu spektakuler memecahkan beberapa masalah produksi pangan telah disertai dengan"efek samping" sehingga merusak seperti mengancam kelangsungan hidup  pertanian. Perhatian langsung saya di sini adalah dengan ironi metode pertanian yang merusak, pertama, kesehatan tanah dan akhirnya, kesehatan masyarakat  manusia. Ketika dipahami bahwa dilema pertanian kita adalah karakteristik bukan dari pertanian kita, tetapi waktu kami bahwa kami dapat mulai memahami mengapa ini terjadi dan kejutan untuk bekerja di luar standar penilaian yang dapat mencegah mereka. Untuk masalah pertanian ada tiga macam solusi :
Pertama solusi yang dapat menyebabkan masalah baru, bahwa masalah baru muncul d luar lingkup keahlian yang menghasilkan solusi seperti, bidang pertanian, industri solusi untuk masalah produksi selalu menyebabkan masalah pemeliharaan, pelestarian, ekonomi, kesehatan masyarakat dll.
Kedua adalah solusiyang segera memperburuk masalah itu di maksudkan untuk memecahkan, menyebabkan simbiosis meraka dimana masalah dan solusi saling memperbesar satu sama lain dalam urutan yang sejauh logika sendiri yang bersangkutan,tak terbatas seperti ketika masalah pemadatan tanah di selesaikan oleh traktor.
Petani telah menempatkan tanaman dan hewan menjadi hubungan saling ketergantungan dan harus terpaksa khawatir untuk keseimbangan atau dalam pola pertanian yang biologis, bukan industri dan yang melibatkan solusi untuk masalah peternakan kesuburan tanah, ekonomi, sanitasi seluruh kompleks masalah yang solusi yang tepat menambahkan hingga kesehatan: kesehatan tanah, tanaman dan hewan, pertanian dan petani dari keluarga petani dan masyarakat pertanian semua yang terlibat dalam sama tertarik saling pola  ataupola-pola.
Sebuah solusi yang buruk adalah buruk karena bertindak destruktif pada  pola yang lebih besar dimana itu terkandung. Kerjanya destruktif pada pola-pola, kemungkinan besar karena di bentuk dalam ketidaktahuan. Sebuah solusi yang buruk memecahkan untuk satu tujuan, seperti peningkatan produksi. Dan ini khas dari solusi sehingga mereka mencapai peningkatan luar biasa dalam produksi dengan biaya biologis dan sosial selangit.
Sebuah solusi yang baik bertindak dalam pola yang lebih besar dengan cara suatu organ yang sehat bekerja di dalam tubuh. Tapi itu harus segera di pahami bahwa suatu organ yang sehat tidak sebagai pikiran mekanistik atau industri ingin mengatakan "memberikan" kesehatan bagi tubuh. Tidak di manfaatkan untuk kesehatan tubuh tetapi merupakan bagian dari kesehatannya.
Sebuah bagian dari pekerjaan kami di The New Majalah Pertanian telah menemukan dan memahami para petani yang bekerja adalah kompeten responsif terhadap persyaratan kesehatan. Perwakilan petani, dan di antara mereka yang luar biasauntukketelitianinetelegensinya. beberapalangkah-langkah praktislainnyatelah mengikuti :
1. Sebuah rencana lima tahun di perpanjang hingga delapan tahun untuk pase out seluruhnya ia menggunakan pupuk di beli.
2. Sebuah rencana, melibatkan pembangunan kotoran lubang beton. untuk meningkatkan dan memperbaiki dia menggunakan pupuk kandang.
3. Peternakan yang lebih baik dari lahan pertanian lebih sering rotasi, waktu yang lebih baik.
4. Pengurangan bertahap gandum dalam ransumpakan dan peningkatan bersamaan  serat yang memiliki, sampai saat ini mengurangi ketergantungan pada gandum.
5. Sebuah program pemuliaan yang memilih "untuk konversi serat lebih efisien."
Sebuah solusi yang baik akan memenuhi berbagai macam kriteria itu akan baik dalam segala hal. Peternakan yang menemukan solusi yang tepat untuk masalah pertanian yang akan menjadi subur, produktif, sehat, konservatif, indah, menyenangkan untuk hidup. Standar ini jelas harus memenuhi syarat untuk sejauh bahwa pola kehidupan peternakan akan terpengaruh bagi perekonomian pertanian untuk menjaga kesehatan dalam ekonomi industri nasional dimana pendapatan pertanian cenderung menjadi rendah dan biaya tinggi. Tapi itu ternyata benar, bahkan dalam perekonomian seperti itu para petani yang paling tepat untuk bertahan hidup adalah merekan yang tidak pergi terlalu jauh keluar dari pertanian menjadi baik industri atau perbankan dan yang hidup seperti petani tidak seperti pengusaha.Hal ini tampaknya berlaku untuk para petani kecil.
Sebuah solusi yang baik juga menerima keterbatasan disiplin. Sebuah solusi yang baik meningkatkan saldo, simetri, atau harmoni. Sebuah solusi yang baik memecahkan lebih dari satu masalah dan tidak membuat masalah baru. Sebuah solusi yang baik mewujudkan perbedaan antara keteraturan biologis dan ketertiban mekanik antara pertanian dan industri. Solusi yang baik memiliki margin lebar sehingga kegagalan satu solusi tidak berarti ketidak mungkinan lain. Sebuah solusi yang baik harus murah, dan tidak harus memperkaya satu orang dengan dia tertekan atau kemiskinan lain. Di bidang pertanian, yang disebut "input" yang dari sudut pandang yang berbeda, output biaya dalam segala hal. Dibidang pertanian berjuang untuk bertahan hidup dalam ekonomi industri, setiap solusi yang membutuhkan pengeluaran untuk produsen harus di adakan di kecurigaan tidak ditolak tentu tetapi sebagai aturan yang dipercaya.
Solusi yang baik hanya ada dalam bukti dan tidak diharapkan dari pemilik absen atau ahli absensi. Masalah harus diselesaikan dalam pekerjaan dan dalam piace, dengan pengetahuan tertentu kesetiaan dan perawatan oleh orang-orang yang akan menderita konsekuensi dia untuk kesalahan mereka. Tidak ada praktek teoritis atau ideal. Saran praktis atau arah dari orang-orang yang tidak memiliki praktek mungkin memiliki beberapa nilai, tetapi nilai dipertanyakan dan terbatas. Pembagian modal, manajemen dan tenaga kerja karakteristik sistem industri karena itu benar-benar lien bagi kesehatan pertanian karena mereka mungkin juga harus kesehatan manifacturing. Kesehatan yang baik dari sebuah peternakan tergantung pada pikiran petani, kesehatan yang baik dari pikirannya memiliki ketergantungan dan buktinya. Dalam pekerjaan fisik pikiran yang baik petani dan tubuhnya-nya manajemen dan jerih payahnya bekerja bersama sebagai erat dengan jantung dan paru-parunya. Dan ibu kota lengan baik bertani menurut definisi termasuk petani, pikiran dan tubuh keduanya pertani dan pertanian adalah satu hal, suatu organisme.
Sir Albert Howard para petani Inggris yang telah disebut pendiri  gerakan pertanian organic mengatakan bahwa pertanian yang baik adalah analog dari hutan yang "pupuk sendiri" Sebuah peternakan yang banyak kesuburan, bahkan sebagai pupuk kandang adalah dalam pengertian ini sebagai anorganik sebagai pertanian yang mengekspor terlalu banyak atau bahwa impor pupuk kimia.

4.   The power of word * Ernest Callenbach
Callenbach menyiratkan sebuah kisah tentang bagaimana dunia bekerja, dan mengapa.Kata-kata dan makna kita berikan mereka membantu untuk mendefinisikan "realitas."(Politisi sangat mahir menggunakan ini, atau penyalahgunaan, bahasa.
Memberikan definisi mengejutkan untuk kata-kata asing juga merupakan cara untuk mengubah dan imajinasi dan perspektif. Misalnya, ketika Pusat Ecoliteracy diminta untuk "kurikulum keberlanjutan," si penanya biasanya membayangkan pengikat yang berisi satu set diresepkan pelajaran. Sebaliknya, "kurikulum" berarti pengalaman siswa, campuran konten dan konteks.Pengorganisasian kelas sekitar proyek bukan subyek akademik kurikulum.Sekolah adalah kurikulum (lihat" Kepemimpinan dan tue Komunitas learnig "di Bab 111). Ketika David W. Orr mengatakan dalam pembukaan."Oleh apa yang disertakan atau dikecualikan kita mengajarkan kaum muda bahwa mereka adalah bagian dari atau terpisah dari dunia tatural."Dia berbicara tentang kurikulum.
Sebuah istilah yang tumpang tindih."Kurikulum tersembunyi," diciptakan oleh Brian Jackson pada tahun 1960.menunjukkan fakta bahwa sekolah mengirimkan tidak hanya "pengetahuan tapi juga yang lainnya (seperti rasa hormat, sopan santun, dan sifat-sifat lain yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan bermasyarakat). Kurikulum tersembunyi kadang disengaja, mengubah kontek dari tempat dinding kelas untuk menyertakan budaya dan masyarakat sekolah, pengalaman di kebun, fakultas berbicara satu sama lain dengan hormat.
Sifat Desain (2002). David W. Orr menggambarkan bagaimana bahkan bangunan-apakah kampus mereka semua sudut kanan dan kuadrat, bagaimana mereka disediakan kecerdasan, apakah mereka menunjukkan hubungan historis, pengaturan budaya, dan geografis mereka atau menampilkan setiap hubungan dengan satu set isu menjadi lingkungan bagian dari kurikulum tersembunyi sekolah. Dalam ilmu pengetahuan, politik, atau seni, cara baru berbicara tentang dunia mengancam untuk memindahkan ide mapan dan kelompok yang mendukung mereka, sehingga pertemuan oposisi yang kuat.
Hari ini, perjuangan untuk menguasai istilah dasar wacana publik berlangsung di media dan dalam karya ilmuwan, pendidik, filsuf, dan moral, pengkhotbah, ekonom, dan politisi.Kedua pemimpin dan warga negara biasa mengekspos ide-ide baru perlahan menerima atau menolak mereka.Kekuatan kata Dengan analisis yang lebih canggih mungkin melalui ilmu pengetahuan, kita telah belajar bahwa dunia ini pada kenyataannya lebih saling berhubungan dari satu set objek terpisah dengan hubungan mekanis rapi.
Pemikiran ekologis bertujuan untuk menggunakan semua sumber daya ilmu pengetahuan untuk melihat bagaimana untuk beroperasi dan bagaimana kita bisa masuk ke dalam pola-pola bertanggung jawab. Pandangan sangat berbeda dari dunia akan mempengaruhi baik istilah yang kami gunakan untuk berbicara tentang dan bagaimana kita hidup. Tidak akan pernah sama. Sebagai abad kedua puluh satu terungkap, kita harus mengambil bimbingan kami dari pemahaman baru dan lebih baik Empat mulia dunia kehidupan.


5.   Values * Ernest Callenbach
Pusat untuk pekerjaan Ecoliteracy telah didasarkan pada nilai-nilai sejak awal.Di Pusat Ecol kami percaya bahwa di hati mereka, masalah ekologi kita hadapi adalah masalah nilai. Kami melihat selama bertahun-tahun bahwa sangat sulit untuk mengubah nilai-nilai orang dewasa, sementara pada saat yang sama kita telah memperhatikan bahwa anak-anak dilahirkan dengan nilai-nilai tertentu utuh yaitu rasa heran dan aktifitas mereka terhadap alam.
Komitmen terhadap pendidikan bagi keberlanjutan jangka panjang merupakan pilihan untuk berpikir di luar kelangsungan hidup pribadi dan menghargai seluruh kehidupan di bumi. Dalam esai ini, Ernest Callenbach mengingatkan pembaca bahwa " konflik atas masalah mental sering berpendapat atas dasar 'praktis', perdebatan yang paling lingkungan pada akhirnya melibatkan konflik nilai.
Nilai adalah gagasan dasar yang membimbing kita dalam bagaimana kita harus bersikap. Kita manusia bertindak atas insting sebagian besar waktu, jika kita tidak memiliki strategi naluriah seperti tindakan, hidup akan memerlukan konstan pemikiran ulang dan pengambilan keputusan. Tapi kita juga mampu, melalui bahasa, membuat aturan tentang apa yang kita lakukan dan mengapa. Entah kita mengakuinya atau tidak, semua manusia individu dan semua kebudayaan manusia memiliki aturan seperti itu, atau nilai-nilai.
Nilai dapat bertentangan satu sama lain. Misalnya, nilai yang menjadi bagian dari hidup adalah untuk mengalami, memahami, dan menikmati alam. Nilai ini, kita akan melestarikan hutan belantara untuk anak-anak kita dan di masa depan. Tapi nilai ini secara langsung menentang nilai akar dari pemikiran ekonomi banyak bahwa tujuan utama manusia adalah untuk memaksimalkan kesejahteraan masing-masing, biasanya moneter misalnya, ketika pemilik menebang hutan belantara untuk membuat keuntungan dari kayu.
Nilai konflik terjadi dalam seseorang serta antara orang-orang, meskipun kita tidak selalu mau mengakui konflik tersebut.
Gerakan lingkungan secara fundamental tidak didasarkan pada argumen ilmiah ekonomi tetapi pada nilai-nilai moral dan estetika tentang apa yang benar, pengaturan. indah, atau memuaskan. Beberapa fundamentalis percaya bahwa akhir dunia akan segera datang, sehingga benar-benar tidak masalah jika kita manusia menyebabkan kerusakan mengerikan untuk biosfer. Kita semua berbagi konsekuensi dari keputusan berbasis nilai. Orang-orang religius umumnya percaya bahwa nilai-nilai mereka dibenarkan oleh teks-teks keagamaan.
Di beberapa titik balik besar dalam sejarah, nilai-nilai dominan menjadi bermasalah, dan orang-orang bekerja di luar nilai-nilai baru yang mereka harap akan memungkinkan mereka untuk bertahan lebih baik. Dengan munculnya kapitalisme, masyarakat Barat telah mengadopsi keyakinan bahwa teknologi dapat memecahkan semua masalah kita dan merupakan hal yang paling penting dalam hidup sementara persoalan agama dan budaya menjadi sekunder. Saat ini, banyak orang Amerika mencari cara untuk melarikan diri nilai-nilai ekspansionis industrialisme (diwujudkan dalam gagasan kunci dari pertumbuhan) dan hidup dengan nilai-nilai baru yang berkaitan dengan ekologi (diwujudkan dalam gagasan kunci). Mereka tidak membiarkan produktif dan pengeluaran uang menjadi prioritas utama mereka
Ekologis warga berorientasi percaya bahwa kita memiliki kewajiban moral untuk mencapai keberlanjutan sehingga kemungkinan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun, sering kali ada kemungkinan saling pengertian dan kerjasama jika kita menyadari bahwa walaupun nilai-nilai ada di dalam kepala kita, mereka memiliki konsekuensi di dunia nyata. Kita semua berbagi konsekuensi dari keputusan berbasis nilai. Terkadang pula, ketika orang berbicara dengan hormat bersama-sama.ternyata bahwa nilai-nilai mereka tidak begitu jauh karena mereka berpikir atau mereka merasa mereka dapat bekerja sama atas nama satu nilai yang mereka berbagi meskipun mereka tidak setuju pada orang lain.
Transisi nilai biasanya berabad-abad untuk bekerja sendiri keluar, melalui pengalaman praktis dan pemikiran ulang jutaan orang. Ini langkah elsurely perubahan nilai dapat membuktikan terlalu lambat untuk menyelamatkan kita dari penggundulan hutan, kelaparan, dan penyakit-dibawa oleh pemanasan global, ozon menipis, overpopulasi, dan penurunan drastis dalam produktivitas di laut dan di darat. Jadi ini sangat mendesak bahwa kita mengembangkan etika luas tanggung jawab ekologis

6.   Fast-food values and slow food values * Alice Waters
Alice Waters adalah pendiri dan pemilik CJzez Panisse restoran di Berkeley.CaIifornia.Dinamakan restoran terbaik di Amerika Serikat oleh majalah Gourmet pada tahun 2001.Waters adalah penulis delapan buku, yang paling terbaru yang Chez Panisse Buah (2002). Waters memulainya pada tahun 1995 di Martin Luther Sekolah Menengah Berkeley Raja dan yang Pusat Ecoliteracy. Pada tahun 1996 Waters menciptakan (Jzez Panisse Foundation, dengan misi untuk transf orm pendidikan umum dan untuk mendukung proyek-proyek yang mengintegrasikan berkebun dan memasak).
Alice Waters adalah wakil presiden Slow Food International. Slow Food menggambarkan anggotanya sebagai "eco-gastronomes." Dikhususkan untuk kesenangan. Hut juga berkomitmen untuk menjaga penghormatan dan keseimbangan dengan alam, melestarikan lingkungan, dan bertindak keluar dari keyakinan bahwa kesenangan mereka terhubung dengan orang lain, yang menyebabkan mereka untuk melakukan pekerjaan amal di tempat-tempat kesenangan sulit untuk menemukan. Esai ini.diambil dari pembicaraan yang memberi Waters di seluruh negeri dan di seluruh dunia, menampilkan kejelasan dan kedalaman pemikiran dia tentang apa yang bisa kita pelajari dari makanan dan apa yang kita dapat belajar tentang diri kita sendiri dari cara kita mempersiapkan diri., melayani, dan makan makanan.
Tidak lama kemudian, aku melihat stiker yang mengatakan, "Jika Anda adalah apa. Anda makan.Aku cepat, murah, dan mudah. ​​"Apakah ini benar-benar yang kita inginkan?Saya tidak berpikir begitu, tapi kami sudah ditelan oleh budaya-makanan cepat saji.
Setelah Eric Schiosser menulis Fast Food Nation, saya mulai berpikir tentang mana-mana budaya makanan cepat saji.Sulit untuk tidak merasa bahwa kita adalah korban dari konspirasi. Bahkan, industri pertanian dan makanan cepat saji beroperasi, sangat banyak seperti konspirasi besar. Bersama-sama mereka menekan membatasi pilihan kita, dan memanipulasi keinginan kita dengan nooking kami di gula dan garam.
Fast-Food Values (makanan cepat saji)
Apa yang anak-anak kita belajar dari makanan cepat saji? Pelajaran apa yang mereka menyerap ketika mereka makan Happy Meal? Apa nilai-nilai yang makanan cepat saji menanamkan di dalamnya? Berikut adalah beberapa yang paling penting nilai-makanan cepat saji dan asumsi.
Makanan murah dan berlimpah, dan kelimpahan ini permanen. Kami bertindak seolah-olah kita percaya bahwa karena makanan murah dan dapat diakses banyak orang Amerika saat ini. California Central Valley akan kehilangan kesuburannya dalam dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan. Petani tahu bahwa tanah hidup sangat berharga dan harus dirawat dan diisi ulang.dan bahwa melakukan hal itu adalah tidak mudah. Makanan cepat saji yang murah hanya karena kita belum diperhitungkan biaya riil subsidi pertanian, ketergantungan pada minyak Timur Tengah.
Makan adalah terutama tentang bahan bakar. Makanan seharusnya cepat dan tersedia dua puluh empat jam sehari. Namun kita semua tahu, atau seharusnya tahu, bahwa apa pun patut dilakukan membutuhkan waktu. Daging, kentang  goreng. dansoda sebenarnya baik untuk kita tapi ahli gizi apapun akan mengatakan bahwa apa yang benar-benar baik dalam diet apapun adalah variasi. Mereka menekankan berlalunya waktu dan mereka mengajarkan kita tentang ketidakkekalan hidup-sesuatu yang masyarakat kita belum ingin melihat.Nilai-nilai-makanan cepat saji mengisi rumah kita, lembaga, dan khususnya sekolah-sekolah kita. Tapi mereka terbang dalam menghadapi ribuan tahun pengalaman manusia tumbuh.mempersiapkan, dan makan sebagai ungkapan pusat kehidupan dan masyarakat
Slow Food Values
Makanan yang nyata harus tersedia untuk semua orang, kaya dan miskin? Sebagai gerakan Slow Food berkembang, dengan enam puluh ribu anggota di lebih dari seratus negara, telah menunjukkan, makanan dapat mengajarkan kita hal-hal yang benar-benar peduli perawatan, konsentrasi kecantikan, penegasan, sensualitas, semua yang terbaik bahwa manusia mampu-tetapi hanya jika kita mengambil waktu untuk berpikir tentang apa yang kita makan.
Baginya hidup diberikan makna dan keindahan dengan ritual harian dari tabel-ritual yang dapat mengekspresikan tradisi, karakter, sustainability dan keragaman ini adalah nilai-nilai.Lembaga kebudayaan bisa menghormati sentralitas nilai makanan lambat, tetapi mereka sering melakukan sebaliknya. Artefak yang berhubungan dengan makanan, alat, pertanian, persiapan makanan, dan perapian.
Tapi dalam musium kantin, kerumunan orang mengantri di ruang menyedihkan buruk sakit seolah-olah dalam diorama kehidupan kontemporer, dikelilingi oleh uap-tabel jelas bau dimasak.makanan porsi dikendalikan. Orang-orang tampaknya tidak menyadari bahwa kantin mewakili ithesis semut dari nilai-nilai yang dirayakan di museum.Sebuah kantin museum bisa menyenangkan indra. Ini bisa menjadi cantik dan bisa membuat para pelanggan berpikir. Makanan berasal dan bagaimana itu dibuat. Mereka bahkan bisa memiliki interaksi dan menginspirasi pengunjung untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda.
Sistem kami pendidikan publik beroperasi di aneh yang sama. zona larangan konteks nilai-makanan cepat saji berongga. Di kafetaria sekolah, siswa belajar bagaimana menyala-mengikat kita peduli tentang cara mereka memelihara diri-kami menjualnya kepada tlie penawar terendah. Paling-paling kami melayani anak-anak kita yang disubsidi pemerintah Surplus cultural IPB, paling buruk kami mengundang restoran cepat saji untuk beroperasi di halaman sekolah. Anak-anak hanya perlu membandingkan slickness dari mal terdekat dengan kondisi sekolah mereka dan kualitas perpustakaan dan kantin untuk belajar bahwa budaya kita menganggap mereka lebih penting sebagai konsumen daripada sebagai siswa.
Namun, sistem sekolah umum yang terakhir harapan terbaik kita untuk mengajar nyata demo nilai demokratis yang dapat menahan suara berbahaya dari orang-orang yang ingin kita percaya bahwa hidup adalah semua tentang pemenuhan pribadi dan konsumsi pribadi. Sebuah pendidikan slow food adalah kesempatan yang harus tersedia secara universal. Ada banyak cara untuk menjalin program pangan ke dalam kurikulum di setiap jenjang pendidikan. Kedalaman dan luasnya subjeknya relevansi dengan ekologi, antropologi, sejarah.fisiologi, dan seni-memastikan bahwa hal itu bisa dengan mudahdiintegrasikan ke dalam studi akademis dari setiap sekolah, dari TK hingga universitas. Mungkin belum terlambat untuk memikirkan kembali tujuan nasional kita.setelah semua. Cita-cita dan keaslian kita sudah keinginan dalam Kehidupan kita masih ada.Kita masih bisa memiliki mereka.Mereka tidak hilang. Mereka tepat di bawah hidung kita

7.   The slow school: an idea whose time has come?*Maurice Holt
Kita mengerti dari masyarakat adat bahwa keragaman adalah salah satu atribut inti masyarakat,tapi Maurice Holt berpendapat, dalam sebuah esai diadaptasi dari pertemuan pendidik profesional, terhadap standar berbasis sekolah telah memaksa pendidikan di Amerika Utara dan Inggris menjadi "kurikulum straiti cket" Dia juga menjelaskan sistem berpikir pergeseran persepsi dari kuantitas ke kualitas bahwa Fritjof Capra menggambarkan di atas dalam "Berbicara Alam Bahasa”. Holt mengatakan untuk membuat kedua guru dan siswa akuntabel, tanpa resor sistem aflawed pengukuran kuantitatif. Dia memanggil kekuatan metafora menciptakan visi untuk pendidikan terinspirasi oleh "kesenangan tentang materi dari makanan" sebagai penangkal apa yang disebutnya ". Model hamburger sekolah". Bukunya 1978 Umum Kurikulum, Struktur Yang dan Gaya di sekolah yang komprehensif menggambarkan kurikulum yang luas berdasarkan pilihan dalam pengelompokan daripada antara mata pelajaran menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Ini dikreditkan dengan membantu untuk membentuk sebuah gerakan reformasi pendidikan bahasa Inggris didasarkan pada sekolah komprehensive dan perencanaan seluruh kurikulum
Dalam iklim sekolah hari ini, penipuan Kate Porter muncul baik tidak mungkin dan tidak bijaksana. Orang tua didorong untuk fokus pada prestasi, bukan realisasi diri. Porter akan segera dicap sebagai slow learner kutu buku jika ia gagal dalam tes matematika dan pilihan kartu kunci untuk tongkat baseball. Ini aneh bahwa, di zaman ketika hak orang dewasa untuk membentuk gaya hidup mereka sendiri diambil untuk diberikan, hak anak atas pendidikan yang akan membantu mereka membuat sesuatu dari diri mereka sendiri adalah lebih terbatas daripada sebelumnya.
Kurikulum ini adalah harga dituntut untuk percaya bahwa pendidikan adalah tentang dinilai kinerja pada konten tertentu.Yang paling jelas cacat dalam semua ini adalah bahwa kita memiliki kesalahan kategori. Sekolah adalah tempat di mana siswa mengembangkan pikiran mereka.Anda tidak dapat menempatkan nomor itu. Memang, Presiden IFL 2002 Perancis Jacques Chirac membuat titik umum: "Untuk mempertimbangkan karya barang seni dan budaya menjadi barang biasa adalah kelainan mental yang mendalam bahwa yidak bisa membenarkan." Sangat Perancis, dan sangat benar.
Kegiatan ketahanan, motivasi, semangat, dan kasih sayang adalah barang budaya yang tidak dapat ditimbang atau diukur. Akuntabilitas manajemen berarti bahwa manajemen bukan hanya sesuatu yang orang dalam setelan dilakukan di kantor, melainkan menyerang kehidupan profesional guru.
Dan ternyata guru menjadi agen ganda. Sebagai professional, mereka ingin menginspirasi siswa, mengejar ide-ide baru, dan membentuk program. Tapi sebagai karyawan, mereka dihantui bahwa tes berisiko tinggi. Jadi apa daya tarik dari pendekatan ini? Asumsi yang mendasari di sini adalah bahwa sistem ini deterministik. Tetapkan target ketat dan skor akan naik. Ah, kalau saja itu yang sederhana! Jika demikian, gerakan standar akan dilakukan tahun tugasnya lalu. Faktanya adalah bahwa ketika Anda dihadapkan dengan masalah-masalah praktis yang kompleks.kaya ketidakpastian, langsung akal rute jarang bekerja.
Sebuah Metafora Alternatif
Mayor Rogers, aku akan mengambil rute non intuitif, berdasarkan melihat dunia makanan. Makan adalah tentang bergizi tubuh, dan pendidikan adalah tentang bergizi pikiran. Dan itulah bagaimana menyadari bahwa ada kesamaan antara sekolah berbasis standar dan restoran hamburger. Keduanya menawarkan tarif standar, apa yang ditawarkan bukanlah sumber makanan. Anda bisa melupakan pengembangan kurikulum-yang penting adalah penegakan tes.
Literatur menyatakan bahwa, "di atas semua, sebuah gerakan untuk martabat budaya" itu adalah "pertempuran melawan cara hidup hanya didasarkan pada kecepatan dan kenyamanan," dan berusaha untuk menyelamatkan "warisan budaya umat manusia." Ketiga tujuan memiliki banyak kesamaan dengan pendidikan, di mana penghormatan terhadap warisan budaya kita dihubungkan dengan implikasi jangka panjang.
Slow food juga menekankan masyarakat, seperti halnya sekolah yang bagus. Pada dasarnya, "lambat" telah menjadi metafora untuk pendekatan khusus untuk fitur yang masalah praktis. Oleh karena itu gagasan "sekolah lambat," yang tidak berarti membaca dalam gerak lambat untuk pelajar lambat. Sekolah lambat hadir untuk filsafat.tradisi, kepada masyarakat, untuk pilihan moral. Mahasiswa punya waktu bukan hanya untuk menghafal, tetapi juga untuk memahami.
Di sebuah sekolah lambat, Anda memiliki beberapa teori tentang apa yang ingin Anda lakukan, tetapi diwujudkan dalam praktek dan menjiwai praktik sendiri. Sekolah cepat sangat berbeda itu seperti makanan cepat saji, di mana teori dipisahkan dari praktek. (Teori hamburger daging sapi goreng sederhana dalam roti dan itu akan terasa enak). Dan di mana daging sapi berasal dari ada kekhawatiran konsumen teori cepat sekolah juga teori sederhana tentang dinilai kinerja pada konten tertentu ada yang tahu di mana teori itu berasal tidak ada penelitian yang mendukung pandangan ini pendidikan, dan banyak untuk menunjukkan bahwa itu bukan pendidikan
Bahkan, aspek penting dari pendekatan filosofis lambat sekolah penghargaan terhadap kompleksitas dan masyarakat, dan membuat moral yang pilihan-yang menonjol dalam karya kurikulum teori Joseph Schwab. Schwab berpendapat, dalam sambutannya 1969 "Praktis Bahasa Kurikulum," bahwa bidang kurikulum menderita surplus teori tentang praktek. Dengan akuntabilitas narasi, guru menyampaikan ide-ide mereka kepada orang tua.yang menjawab dengan pandangan mereka sendiri. Setiap menghormati perspektif orang lain. Di satu sisi, sekolah dapat esensi dari luar, sebagai lembaga yang diciptakan oleh masyarakat demi kepentingan organisasinya. Kurikulum ini tetap dan prosedural. Dan menilai keberhasilannya dengan bertanya, Mintalah siswa menyerap konten yang diperlukan? Ketika orang berbicara tentang "memberikan kurikulum." Itu ini bahwa mereka ada dalam pikiran, sebuah model sistematis kurikulum, dengan fokus pada produk. Ini adalah pendidikan model hamburger berbasis standar pendidikan.
Tidak ada alasan mengapa frase "sekolah lambat" tidak harus mendapatkan cap yang terkait dengan "slow food”,  banyak aspek kehidupan yang melakukan hal-hal perlahan-lahan dikaitkan dengan kesenangan yang mendalam.
C.    Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah dan syarat UTS Pendidikan IPS di SD II, serta untuk menambah wawasan dan ilmu kami tentang materi yang sudah kami baca dan pahami sebelumnya sehingga kami dapat menjelaskan atau memaparkannya kembali dalam bentuk makalah ini dan kita juga dapat memahami isi buku yang telah kami analisis untuk menambah wawasan sehingga lebih luas lagi.

D.    Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari 3 BAB :
·         BabI adalah Pendahuluan/introduction, yang terdiri dariIntroduction dari seseluruhan buku yang akan kami analisis, VISION (part 1 yang kami analisis sepenuhnya yang terdiri dar 7 sub judul), Tujuan Penulisan, Sistematika Penulisan, dan manfaat penulisan.
·         Pada Bab II dijelaskan tentang Pembahasan dari Part 1 (Vision) yang akan kami bahas satu per satu dari 7 sub judul yang ada di Part 1 tersebut yang akan kami uraikan dan analisis yang kami buat secara sederhana.
·         Bab III berisi tentang Penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran dari hasil analisis kami (Part 1 “Vision”). Sebagai pertanggungjawaban disertakan pula Daftar Pustaka.



E.     Manfaat Hasil Pembahasan

Setelah kami membahas analisis ini, kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi kami sendiri, untuk memahami bagaimanakita memahami Ecological Literacy dan memahami Part 1 yang kita sudah analisis sebagai wawasan untuk kita sebagai calon pendidik. Dan memberikan sumbangsih ilmu untuk kami dan pembaca nantinya sebagai calon pendidik.


























BAB II
PEMBAHASAN/ANALISIS

Pada BAB II ini kami akan membahas/menganalisis Part ke 1 dari buku “Ecological Literacy”, disini kami menganalisis sesuai dengan sub judul yang sudah ada yaitu ada 7 sub judul dari part ke-1 ini diantaranya en'owkin:decision-making as if sustainability mattered, speaking nature’s language:principles for sustainability, solving for pattern, the power of word, values, fast-food values and slow food values, dan the slow school: an idea whose time has come?. Untuk lebih jelasnya akan kami diuraikan seperti berikut :
1.   En'owkin:decision-making as if sustainability mattered
* Jeannette C. Armstrong
Dalam sub judul ini menceritakan atau menjelaskan tentang Pengambilan Keputusan seolah Keberlanjutan penting yaitu, pengambilan keputusan yang bijak yang berguna untuk kepentingan masyarakat demi berkelanjutannya sumber daya alam dan budaya untuk generasi selanjutnya. Dan pada pengambilan keputusannya semua orang dipacu untuk mengeluarkan pendapatnya, sehingga seseorang dapat menyalurkan pemikirannya dengan kreatif dan menambah pengetahuannya dan tertanam pula sikap rasa ingin menjaga tradisi dari nenk moyangnya dalam mengambil keputusan.
Menurut kami,  warisan dari nenek moyang yang harus kita jaga, terutama sikap rasa tanggung jawab yang jika diterapkan dalam dunia pendidikan akan mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Itu semua merupakan bentuk kehidupan  warisan dari nenek moyang kita. Setelah saya analisis dalam kolaborasi antara Armstrong dan Barlow, perkembangan strategi pendidikan dan kerangka kerja konseptual diambil dari perspektif masyarakat itu semua merupakan hasil dari proses kehidupan.
Pada sub judul yang telah kami analisis juga mengungkapkan 3 prinsip kehidupan yang telah kami tulis pada bab 1 pada sub judul yang pertama pula, maka dari prinsip-prinsip tersebut dapat disimpulkan bahwa pada akhirnya, dalam sebuah komunitas terdapat proses berinteraksi,  sikap saling menghargai  terhadap kemampuan orang lain dan komunitas akan menciptakan keseragaman atau ciri khas  dalam suatu masyarakat tertentu untuk berbudaya yang harus selalu kita jaga.  Kita pun harus selalu menjaga tanah   karena tanah menopang semua bentuk kehidupan, tanah selalu harus kita lindungi dan diperhatikan juga kemampuan tanahnya supaya dapat   memeberikan hasil/rezeki untuk generasi kita nantinya.
Setelah kami analisis, dalam proses En'owkin terdapat ciri bahwa orang lembah tradisional masih memegang teguh tradisi mereka dan mereka pun mampu menyesuaikan bagaimana menggunakan cara-cara diwaktu yang mereka butuhkan yaitu yang disebutkan diatas cara formal dan informal.
Setelah kami analisis  pada tahap-tahap yang telah kami tulis pada bab 1 pada sub judul yang pertama pula,  yaitu berfungsi agar setiap individu dapat memahami semaksimal mungkin alasan untuk menghargai pendapat orang lain atau pendapat yang dimiliknya, tetapi bukan untuk menunjukan bahwa setiap orang merasa dirinya benar dengan pendapatnya. Hal ini pun mendorong pertukaran kreativitas pemikiran, dan memberikan konteks untuk menambah pengetahuan. Setiap orang bertanggung jawab untuk melihat pandangan, keprihatinan, dan alasan lain, karena keputusan terbaik merupakan kebutuhan  masyarakat.

2.   Speaking nature’s language:principles for sustainability
* Fritjof Capra
Dalam sub judul ini menceritakan atau menjelaskan tentang bagaimana cara kita memperkenalkan system kehidupan dengan bahasa alam . Atau lebih kepada kita memperkenalkan isi alam atau apa saja yang ada di alam . Seperti Fritjop Capra  yaitu sebuah irector pendiri dari pusat Ecoliteracy dan ketua dewan yang telah disngushed dirinya selama empat puluh tahun terakhir sebagai seorang ilmuan,teori system, dan explorer dari konsekuensi filosofis dan social sains kontenporer.
Dia mencoba memperkenalkan kepada halayak luas terutama kepada siswa dan siswi tentang sistem kehidupan adalah apa yang kita lihat  yang pertama ialah :
ü  Setiap organisme hidup dari bacteri untuk semua jenis tumbuhan dan hewan termasuk manusia dalam system hidup.
Yang keduanya ialah :
ü  Bagian-bagian dari sistem kehidupan itu sendiri, system kehidupan contohnya sebuah daun adalah system hidup, otot adalah system hidup setiap sel dalam tubuh kita adalah system hidup .
Dan yang ketiga ialah :
ü  Komunitas organisme, termasuk ekosistem dan system social seperti  keluarga, sekolah, dan komunitas manusia lainnya, adalah system kehidupan .
Saya berpikir dalam hal  system  yang kompleks saat ini di bagian paling depan ialah ilmu pengetahuan, dalam hal ini juga sangat mirip dengan pemikiran kuno memungkinkan masyarakat tradisional untuk mempertahankan diri selama ribuan tahun, tapi meskipun versi modern dari tradisi intelektual ini berumur hampir seratus tahun, itu masih belum di ambil terus dalam budaya mainstream kami. Cukup banyak tentang mengapa orang menemukan system berpikir begituh sulit menyimpulkan bahwa ada dua alasan utama salah satunya adalah bahwa system kehidupan adalah nonlinear dan kami juga menemukan system berpikir sulit karena kita hidup dalam budaya yang naterealist di kedua nilai-nilai misalnya kebanyakan ahli biologi akan memberitahu dalam esensi kehidupan terletak pada makromolekul, DNA, protein, enzim dan stuktur materi lainnya dalam sel hidup. Oleh sebab itu tidak lah berlebihan untuk mengatakan bahwa kelangsungan hidup umat manusia akan tergantung pada kemampuan kita dalam dekade mendatang untuk memahami prinsip-prinsip ekologi dan hidup yang sesuai . Alam juga dapat menunjukan bahwa system yang berkelanjutan yang mungkin yang terbaik dari ilmu pengetahuan modern adalah mengajak kita untuk mengenali proses system ini mempertahankan diri mereka sendiri.

3.   Solving for pattern * Wendell Berry
Sub judul yang ke-3 ini pemecahan untuk pola yaitu membahas bagaimana mencari solusi tentang masalah pertanian yang sekarang ini banyak yang dapat  memecahkan tetapi pemecahan masalah tersebut malah menimbulkan masalah baru terhadap pertanian. Disini wendell berry membahas bagaimana mencari solusi yang tepat untuk para petani.
Setelah kami analisis bahwa solusi yang dikemukakan wendell berry untuk bidang pertanian dapat kita aplikasikan juga dalam bidang pendidikan, tentunya disesuaikan dengan masalah itu sendiri misalnya, dapat kita contohkan dalam mata pelajaran IPA d SD dalam membahas tanaman.Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menanam tanaman tomat dengan menggunakan tanah gembur dan tanah biasa, siswa sekelas dibagi dalam 2 kelompok  kelompok k-1menggunakan tanah gembur dan kelompok ke2 menggunakan tanah biasa, persiapan nya yaitu siswa mempersiapkan kaleng bekas yang cukup sedang lalu siswa menanam biji tomat ke dalam tanah gembur untuk kelompok ke-1 dan tanah biasa untuk kelompok ke-2. Setelah itu sirami tanahnya tersebut denga air. Setelah 1 minggu siswa lalu mengamati tanaman tomat tersebut apakah ada perbedaan diantara tanaman tomat yang ditanam di tanah gembur dan yang ditanam di tanah biasa.Setelah diamati lalu guru menjelaskan perbedaannya itu, Jika tanaman tomat yang d berikan tanah gembur,tanaman tomat tersebut akan tumbuh dengan baik batang dari tanaman tomat tersebut akan besar, bunganya pun tumbuh dengan baik dan cepat, daunnya pun akan bagus tumbuh hijaudan subur, jika berbuah buahnya pun akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak.
Beda dengan tanaman tomat yang ditanam di tanah biasa, tanaman tomat tersebut akan tumbuh tetapi ada perbedaannya yaitu batang dari tanaman tomat tersebut akan sedikit kecil walaupun memang tumbuh, bunganya dari tanaman tomat tersebut akan tumbuh tetapi hanya saja pertumbuhannya agak lambat, dauunya pun akan tumbuh tetapi tidak begitu banyak dan kadang sebagian daunnya pun ada yang berwarna kuning tidak hijau. Jika sudah berbuah buahnya pun akan menghasilkan buah yang sedikit kecil dari yang seharusnya buahnya itu bertumbuh besar dan menghasilkan buah yang sedikit.
Setelah mengamati hal itu, lalu guru memberikan solusi kepada siswanya agar jika siswa menanam tanaman apalagi tanaman sayuran seharusnya dengan tanah gembur bukan tanah yang biasa karena tanah gembur dan tanah biasa mempunyai perbedaan.Tanah gembur itu adalah tanah yang cocok untuk menanam tumbuhan apalagi sayuran agar tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur dan cepat karena tanah gembur mengandung kotoran cacing yang bisa menyuburkan tanaman.

4.   The power of word * Ernest Callenbach
Pada bagian ini, dalam dunia pendidikan khususnya dalam kurikulum itu tidak hanya merujuk pada ranah kognitifnya (pengetahuan) saja, melainkan termasuk juga pada ranah afektif (nilai-nilai) dan psikomotornya (keterampilan).
Dengan menyertakan tiga ranah tersebut akan mendapatkan hasil yang baik dan seimbang antara pengetahuan, nilai dan keterampilan. Tiga ranah ini saling keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, dengan pengetahuan yang dimiliki, seseorang akan bertingkah laku baik atau buruk sesuai dengan pengetahuan yang di dapatnya selama proses belajar, begitu juga dengan keterampilannya, bagaimana seseorang itu terampil dalam berbicara, bersosialisasi dengan masyarakat, hal tersebut juga disesuaikan dengan pengetahuannya.
Di dalam kurikulum juga menyertakan budaya yang disesuaikan dengan historis dan letak geografis lingkungan masyarakat sekitar sekolahnya. BSNP menyajikan semua mata pelajaran, terkecuali muatan lokal dan ekstra kurikuler, muatan lokal dan ekstra kurikuler itu di sajikan oleh pihak lembaga pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dilihat dari historis dan letak geografis lingkungan masyarakat sekitar sekolahnya.
Dengan menyertakan budaya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan historis dan letak geografis lingkungan masyarakat sekitar sekolahnya sangat baik, karena akan mempermudah siswa ketika dia memasuki kehidupan bermasyarakat.
Misalnya, lembaga pendidikan yang terletak di daerah pegunungan, dalam muatan lokal atau ekstra kurikulernya bisa diajarkan bagaimana memetik pucuk teh  yang baik, bagaimana bercocok tanam ( pohon teh yang baik) dan juga bagaimana mendaki gunung yang baik. Hal ini   bisa mempermudah siswa dalam memasuki lingkungan masyarakatnya, ketika siswa beranjak dewasa dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia harus menyesuaikan pekerjaan sesuai dengan budaya masyarakatnya, yaitu sebagai pemetik teh, dengan begitu siswa tidak akan kesusahan dalam menjalankan pekerjaannya karena selama sekolah dia diajarkan bagaimana memetik pucuk teh yang baik.
Kurikulum juga tidak terlepas dari teknologi, kurikulum harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi, karena dengan teknologi tujuan kurikulum akan lebih mudah tercapai. Pada saat ini proses belajar mengajar sudah dibantu dengan menggunakan infocus, internet, radio, handphone dan alat canggih lainnya yang dapat mempermudah proses belajar mengajar, itu semua merupakan media pembelajaran yang dihasilkan dari kemajuan teknologi.

5.   Values * Ernest Callenbach
Pada sub judul yang keenam ini membahas tentang “nilai”, tentu saja kita sebagai manusia sudah tidak asing lagi dengan kata nilai itu sendiri karena dalam keseharian kita tidak terlepas dari nilai itu sendiri. Disini dijelaskan bahwa nilai adalah sebagai gagasan dasar yang dapat membimbing kita dalam bersikap, kami setuju dengan itu karna nilai itu sendiri juga sangat berperan penting dalam menentukan bagaimana kita harus bersikap dalam keseharian apalagi kita sebagai manusia bersosialisasi dengan manusia lainnya. Nilai juga dapat diartikan sebagai aturan yang secara langsung atau tidak langsung/ secara sadar atau tidak sadar kita mau tidak mau harus melaksanakan aturan atau nilai yang berlaku didalam masyarakat.
Namun tidak dapat kita pungkiri juga nilai itu sendiri juga seringkali menimbulkan konflik atau masalah. Dalam dunia pendidikanpun sudah tentu tidak terlepas dari nilai juga, seperti setiap sekolah atau satuan pendidikan pastilah mempunyai aturan dan nilai-nilai khusus yang berlaku dalam sekolah itu sendiri dan harus dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah baik itu mulai dari kepala sekolah,guru dan tentu saja siswa itu sendiri. Disini juga dijelaskan bahwa pada umumnya orang-orang religious mempercayai bahwa nilai-nilai yang mereka anut juga dapat dibenarkan kerna ada pada teks-teks keagamaannya yang mereka anut juga.
     Disini juga menjelaskan bahwa nilai juga dapat berubah disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri, nilai juga dalam ekologisnya dapat memperlambat atau menyelamatkan pemanasan global dan ozon menipis salah satu contohnya. Kami setuju bahwa nilai juga dapat merubah sesuatu kedalam hal yang lebih baik apabila nilai itu sendiri dilakukan dengan baik, karena sesuatu yang baik juga akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

6.   Fast-food values and slow food values * Alice Waters
Pada Sub judul yang ke 6 ini “fast food value and slow food value” mungkin mendengar sub judul yang satu ini kita akan merasa bingung apa yang di maksud dari itu semua dan apakah ada hubungannya dengan pendidikan? Maka akan kami bahas atau analisis sebagai berikut:
Alice Water adalah pemilik sebuah restoran dan penulis buku, sub judul yang ke enam ini membahas tentang pengalaman dan kelas memasak dapat di aplikasikan ke dalam kurikulum pendidikan. Nilai makanan disini dapat kami analisis bahwa hanya sekedar perumpamaan, sehingga mata kita dapat lebih terbuka dan berpikir untuk bisa merubahnya agar menjadi lebih baik lagi.
Yang pertama yaitu bagaimana nilai makanan cepat saji? Cepat saji sering di artikan dengan sesuatu yang instan dan mudah, karena tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa sesuatu yang cepat saji itu mempunyai magnet yang kuat karena dapat menghemat biaya dan waktu. Dari makanan itu sendiri dapat di contohkan apabila kita merasa lapar dan ingin mendapatkan makanan yang cepat dan mudah, kita dengan gampangnya dapat membeli makanan yang cepat saji seperti american food, namun di balik cepat dan mudahnya itu terdapat sisi negatifnya karena dengan sesuatu yang instan seperti itu mengajarkan pengalaman yang bermakna lebih karena melihat sesuatu yang telah jadi tanpa mengetahui bagaimana proses yang rumit dalam pembuatannya.
Dalam bidang pendididkan juga sesuatu yang cepat saji atau instan dapat di contohkan apabila dalam proses pembelajarannya itu cepat dan sudah menyajikan materi pelajaran yang sudah jadi tanpa memperhatikan proses pengalaman itu sendiri dapat menimbulkan hasil yang kurang baik, siswa  yang menerima pelajaran dengan cara instan seperti ini akan mudah lupa dan kurang memberikan ruang untuk siswa itu sendiri berkreasi.
Kemudian apa yang dimaksud dengan” slow food value” ? setelah kami analisis ternyata banyak sekali makna yang terkandung dalam slow food value ini, seperti dalam pendidikan slow food value dapat dicontohkan dengan bagaimana proses pembelajaran yang dimulai dari nol atau awal serta mempunyai tahapan atau langkah-langkah yang teratur dan jelas akan membuat peserta didik mempunyai pengalaman belajar yang luas. Seperti mata pelajaran IPA yang dalam proses pembelajarannya seringkali melakukan percobaan, walaupun pada dasarnya percobaan itu membutuhkan waktu yang relative lama tetapi dibalik lamanya proses tersebut mempunyai nilai-nilai yang banyak pula. Disini siswa lebih bisa ikut berperan serta dan melakukan hal-hal yang baru yang dapat menambah wawasan dan pengalaman belajar mereka.
Perbedaan antara fast food value dan slow food value disini dapat terlihat jelas perbedaannya dari mulai proses hingga hasil akhirnya. Disini juga terlihat bahwa pada fast value dalam bidang pendidikan mempunyai nilai positif yang lebih kecil dibandingkan dengan bidang pendidikan slow food value yang mempunyai nilai positif yang lebih besar. Pengalaman belajar antara fast food value dengan pengalaman belajar yang slow food value sudah terlihat jelas lebih banyak peserta didik mempunyai pengalaman belajar apabila proses belajarnya seperti slow food value. Sebaiknya kita sebagai calon pendidik lebih mementingkan proses dan hasil belajar yang baik dibandingkan dengan hanya mementingkan sesuatu yang cepat dan instan tanpa menimbang terlebih dahulu mana yang lebih mempunyai manfaat yang banyak.


7.   The slow school: an idea whose time has come? * Maurice Holt
Dari sub judul yang ke 7 ini, kami menganalisis bahwa Dari masyarakat adat kita mengerti bahwa keberagaman adalah salah satu atribut inti masyarakat,tapi Maurice Holt berpendapat dalam buku ini yang di adaptasi dari pertemuan para pendidik professional bahwa gerakan terhadap sekolah berbasis berbasis standar telah memaksa pendidikan di Amerika Utara dan Inggris menjadi “ kurikulum straiticket” dia juga menjelaskan pergeseran system berpikir dari kuantitas ke kualitas.
Maurice Holt dan Ork dalam bukunya 1978 tentang kurikulum umum yaitu struktur dan gaya di sekolah yang komprehensif menggambarkan kurikulum yang luas berdasarkan pilihan dalam subtansi pengelompokan antara mata pelajaran. Dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran dan dengan membantu membentuk gerakan reformasi pendidikan bahasa inggris yang di dasarkan pada sekolah komprehensif dan perencanaan seluruh kurikulum.
            Sekolah lambat 
Dalam bagian ini kami menganalisis bahwa kurikulum di Inggris telah memfokuskan pada politik perubahan kurikulum dan memperkenalkan konsep sekolah lambat.
Model sekolah lambat ini banyak memiliki kekurangan di banding model pembelajaran lain,seperti dengan adanya Tekanan untuk melanjutkan dari satu standar yang di targetkan ke standar lain secepat mungkin,untuk menyerap dan menunjukan pengetahuan tertentu dengan pengantar presisi,merupakan fakta yang tak tertahankan dari kehidupan sekolah. Orang tua di tuntut untuk focus pada prestasi bukan realisasi diri. Ini aneh,bahwa di zaman ketika hak orang dewasa untuk membentuk gaya hidup mereka sendiri di ambil untuk di berikan hak anak atas pendidikan yang akan membantu mereka membuat sesuatu dari diri mereka sendiri menjadi terbatas dari sebelumnya.
Kurikulum ini menuntut kita percaya bahwa pendidikan adalah tentang nilai kerja pada kointen tertentu. Yang paling jelas cacat dalam semua ini adalah bahwa kita memiliki kesalahan kategori. Itu slah satu hal berbicara di bidang manufaktur dan hal sangat berbeda untuk berbicara standar dalam mendidik seseorang.
Kegiatan ketahanan,motivasi,semangat dan kasih sayang adalah budaya yang tidak dapat di timbang dan  di ukur. Kinerja dan pemenuhan konsep-konsep adalah kunci. Dan mereka telah memiliki efek mendalam pada kehidupan rasional guru.
Akuntabilitas manajerial berarti bahwa manajemen bukan hanya sesuatu yang hanya di lakukan oleh orang di kantor, melainkan menyerang kehidupan professional guru. Dan ternyata guru menjadi agen ganda sebagai seseorang yang professional mereka in gin menginspirasi siswa,mengajar ide-ide baru,dan membentuk program untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam pendidikan. Tapi,sebagai karyawa,mereka di hantui bahwa tes beresiko tinggi kedepannya. Jadi apa daya tarik dari pendekatan ini? Yang mendasari disini adalah bahwa system ini deterministic.tetapkan target dan skor akan naik. Faktany aadalah bahwa ketika anda di hadapkan dengan masalah-masalah praktis yang kompleks,kaya akan ketidakpastian langsung akal sehat jarang bekerja.
Sebuah metafora alternative
Tidak diragukan lagi bahwa sebuah metafora sangatlah dibutuhkan dan pilihan yang sangat tepat apabila kita melalukan sebuah metafora dalam bidang pendidikan tetapi dibalik kelebihan metafora itu sendiri terselip pengaruh buruk dalam bidang pendidikan. Kita perlu  menemukan hal yang lain yang dapat member pengaruh baik dalam pendidikan. Seperti yang di katakana  Mayor Rogers “aku akan mengambil rute non intuitif, berdasarkan Melihat dunia makanan. Makan adalah tentang tubuh bergizi, dan pendidikan adalah tentang pikiran bergizi”. Makan disini menggambarkan bahwa begitu pentingnya pendidikan, karena kita sebagai manusia tidak dapat terlepas dari makan begitu pula dengan pendidikan. Tetapi pendidikan harus disertai dengan hal yang bermanfaat.
Setelah kami analisis jadi dapat disimpulkan bahwa Pada dasarnya, "sekolah lambat" telah menjadi metafora untuk pendekatan khusus untuk fitur yang praktis dan masalah klasik. Oleh karena itu gagasan "sekolah lambat,"  tidak hanya berarti membaca dalam gerak lambat untuk pelajar lambat. Sekolah lambat hadir untuk filsafat. tradisi, kepada masyarakat, untuk pilihan moral. Mahasiswa punya waktu bukan hanya untuk menghafal, tetapi juga untuk memahami.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kesimpulan dari hasil analisis kami pada  Part 1 ini mengenai “Vision” yang pada sub judul yang pertama membahas tentang Pengambilan Keputusan seolah Keberlanjutan penting yaitu, pengambilan keputusan yang bijak yang berguna untuk kepentingan masyarakat demi berkelanjutannya sumber daya alam dan budaya untuk generasi selanjutnya. Dan pada pengambilan keputusannya semua orang dipacu untuk mengeluarkan pendapat, sehingga seseorang dapat menyalurkan pemikirannya dengan kreatif dan menambah pengetahuannya dan tertanam pula sikap rasa ingin menjaga tradisi dan warisan dari nenek moyangnya dalam mengambil keputusan.
Pada sub judul yang kedua menceritakan atau menjelaskan tentang bagaimana cara kita memperkenalkan system kehidupan dengan bahasa alam . Atau lebih kepada kita memperkenalkan isi alam atau apa saja yang ada di alam . Alam juga dapat menunjukan bahwa system yang berkelanjutan yang mungkin yang terbaik dari ilmu pengetahuan modern adalah mengajak kita untuk mengenali proses system ini mempertahankan diri mereka sendiri.
Pada sub judul yang ke-3 ini pemecahan untuk pola yaitu membahas bagaimana mencari solusi tentang masalah pertanian, sekarang sudah banyak orang yang dapat  memecahkan permasalahnya sendiri akan tetapi pemecahan masalah tersebut malah menimbulkan masalah baru terhadap pertanian.
Pada bagian sub judul yang ke-4 ini, dalam dunia pendidikan khususnya dalam kurikulum itu tidak hanya merujuk pada ranah kognitifnya (pengetahuan) saja, melainkan termasuk juga pada ranah afektif (nilai-nilai) dan psikomotornya (keterampilan). Dengan menyertakan tiga ranah tersebut akan mendapatkan hasil yang baik dan seimbang antara pengetahuan, nilai dan keterampilan. Tiga ranah ini saling keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, dengan pengetahuan yang dimiliki, seseorang akan bertingkah laku baik atau buruk sesuai dengan pengetahuan yang di dapatnya selama proses belajar, begitu juga dengan keterampilannya, bagaimana seseorang itu terampil dalam berbicara, bersosialisasi dengan masyarakat, hal tersebut juga disesuaikan dengan pengetahuannya.
Pada sub judul yang k 5 mengenai nilai yang terkandung pada kehidupan sehari-hari yang mempunyai peranan penting namun disamping itu nilai juga seringkali menimbulkan konflik. Nilai juga dapat diartikan sebagai aturan yang secara langsung atau tidak langsung/ secara sadar atau tidak sadar kita mau tidak mau harus melaksanakan aturan atau nilai yang berlaku didalam masyarakat.
Pada sub judul ke-6 ini membahas tentang bagaimana fast food value dan slow food value, maka dapat kami simpulkan bahwa terdapat Perbedaan antara fast food value dan slow food value disini dapat terlihat jelas perbedaannya dari mulai proses hingga hasil akhirnya. Bahwa pada fast value dalam bidang pendidikan mempunyai nilai positif yang lebih kecil dibandingkan dengan bidang pendidikan slow food value yang mempunyai nilai positif yang lebih besar. Pengalaman belajar antara fast food value dengan pengalaman belajar yang slow food value sudah terlihat jelas lebih banyak peserta didik mempunyai pengalaman belajar apabila proses belajarnya seperti slow food value. Sebaiknya kita sebagai calon pendidik lebih mementingkan proses dan hasil belajar yang baik dibandingkan dengan hanya mementingkan sesuatu yang cepat dan instan tanpa menimbang terlebih dahulu mana yang lebih mempunyai manfaat yang banyak.
Dari sub judul yang ke 7 ini, dapat kami simpulkan bahwa masyarakat adat kita mengerti bahwa keberagaman adalah salah satu atribut inti masyarakat. Dalam bagian ini di Inggris telah memfokuskan pada politik perubahan kurikulum dan memperkenalkan konsep sekolah lambat. Model sekolah lambat ini banyak memiliki kekurangan di banding model pembelajaran lain,seperti dengan adanya Tekanan untuk melanjutkan dari satu standar yang di targetkan ke standar lain secepat mungkin,untuk menyerap dan menunjukan pengetahuan tertentu dengan pengantar presisi,merupakan fakta yang tak tertahankan dari kehidupan sekolah.









B.     Saran  
          Kami berharap setelah dibuatnya makalah ini maka akan memberikan pengetahuan yang lebih luas sehingga menambah wawasan dan membuka pikiran pembaca untuk mengetahui dan lebih memahami bagaimana Ecological Literacy khususnya Part 1 yaitu Vision (sudut pandang), secara ringkas. Sehingga nantinya kita sebagai calon pendidik, akan mengetahui bagaimana cara mendidik yang baik, mulai dari permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan dengan menganalisis buku ini khususnya pada Part 1 tentang susut pandang, akan mengetahui cara mengatasi setiap permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, mulai dari sekolah yang lambat, proses pembelajaran yang instan dan permasalahan permasalahan yang lainnya.


















DAFTAR PUSTAKA

Michael Kmstone dan Zenoa Barlow. 2005. “Ecological Literacy : Educating Our Children for a Sustainable Word. San Franscisco”. Sierra Club Books.




 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS